Alami Kerugian Beruntun, Leicester City Dijual

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:11 WIB
 Leicester City mengejutkan dunia dengan keluara sebagai juara Lga Inggris pertama kali pada 2016. (playerdevelopmentproject)
Leicester City mengejutkan dunia dengan keluara sebagai juara Lga Inggris pertama kali pada 2016. (playerdevelopmentproject)

SportlinkNews - Leicester City, masuk dalam bursa penjualan setelah mengalami penurunan performa dan krisis finansial yang berkepanjangan. Klub yang pernah mengukir kisah dongeng di sepak bola Inggris tersebut kini berada di titik terendah dalam sejarah perjalanannya.

Laporan keuangan klub menunjukkan tren kerugian yang sangat signifikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Manajemen Leicester City tercatat mengalami defisit anggaran berturut-turut sebesar 92,5 juta paun, 89,7 juta paun, dan 19,4 juta paun pada musim-musim sebelumnya.

Kondisi finansial tersebut kian memburuk setelah laporan terbaru mencatatkan pembengkakan kerugian mencapai 71,1 juta paun. Tekanan beban keuangan yang berat ini pada akhirnya mengancam stabilitas operasional klub secara keseluruhan.

Baca Juga: Persik Kediri Terbang ke Melaka Ikuti Turnamen Sepak Bola Internasional

Puncak krisis keuangan terjadi pada Februari 2026 saat Leicester City terbukti melanggar aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR). Pelanggaran terhadap regulasi finansial tersebut berbuntut pada sanksi berat berupa pengurangan poin secara langsung.

Dampak sanksi penalti poin tersebut sangat fatal bagi posisi klub di papan klasemen. Leicester City dipastikan terdegradasi dari Divisi Championship dan harus berlaga di kasta ketiga, League One, untuk musim 2026/27.

Merespons situasi darurat ini, keluarga Srivaddhanaprabha selaku pemilik saham mayoritas resmi melepas kepemilikan klub. Langkah pelepasan aset tersebut dikemas secara profesional melalui sebuah proposal khusus bertajuk Project Lineup.

Baca Juga: PSS Sleman Jalani Laga Pramusim, Pieter Huistra: Kami Membuat Banyak Kesalahan

Pihak pemilik menetapkan harga penawaran awal bagi para calon investor yang berminat akuisisi. Nilai pelepasan klub tersebut dibuka mulai dari angka 222 juta paun atau setara dengan Rp5,4 triliun.

Paket penjualan tersebut ditawarkan secara menyeluruh mencakup seluruh aset fisik dan fasilitas pendukung yang dimiliki klub. Penawaran ini mencakup kepemilikan penuh atas Stadion King Power serta dua pusat pelatihan modern di Seagrave dan Belvoir Drive.

Nilai kombinasi seluruh fasilitas fisik infrastruktur tersebut ditaksir mencapai angka 204 juta paun. Keberadaan fasilitas olahraga terpadu ini diharapkan menjadi daya tarik utama bagi para calon pembeli potensial.

Baca Juga: Indonesia Women’s League 2026/27 Digelar, Enam Klub Ikut Partisipasi

Kendati demikian, sejumlah analisis pasar memperkirakan nilai riil Leicester City saat ini sebenarnya berada di bawah harga penawaran. Penilaian independen menaksir valuasi klub tersebut berada di kisaran 150 juta paun atau setara Rp3,6 triliun.

Penurunan nilai jual ini dipengaruhi secara langsung kenyataan bahwa tim harus berlaga di divisi bawah. Selain itu, rekam jejak finansial yang terus mencatatkan angka merah menjadi pertimbangan utama para investor.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alami Kerugian Beruntun, Leicester City Dijual

Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Daftar Lengkap Transfer Chelsea Musim 2026/27

Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:34 WIB

Fisioterapis Man Utd Lelang Kaus Class of 92

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13 WIB
X