SportlinkNews - Sampdoria terdegradasi ke Serie C untuk pertama kalinya dalam 79 tahun. Klub elite Italia ini pernah membantu pemain Indonesia lewat program Primavera.
Sampdoria, klub tempat Gianluca Vialli dan Roberto Mancini mengukir sejarah di awal tahun 90-an dengan memenangkan Scudetto dan mencapai Final Piala Eropa (Liga Champions), telah terdegradasi ke Serie C.
Masa kejayaan Sampdoria terjadi pada era 1990-an. Il Samp pernah meraih scudetto pada 1990-1991 serta menjuarai Coppa Italia 1993-1994, Piala Super Italia 1991, Piala Winners 1989-1990, bahkan lolos ke final Piala Champions 1991-1992.
Baca Juga: 5 Berita Transfer Teratas Serie A, Babak Baru Pembicaraan Inter, Kyle Walker Kembali ke Man City
Kerja Sama PSSI Primavera
Sampdoria punya kedekatan emosional dengan pecinta sepak bola Indonesia. Pada 1993-1995 PSSI menjalin kerja sama dengan mengirim pemain muda berkompetisi ke Primavera.
Para pemain Indonesia yang mengikuti program ini bisa berlatih bahkan berkompetisi di Liga Primavera di Italia.
Pemain yang menonjol ketika itu seperti Kurniawan Dwi Yulianto--yang memperkuat Sampdoria- ketika uji coba dengan timnas Indonesia di Jakarta.
Kemudian nama-nama lain seperti Bima Sakti, Kurnia Sandy, Yeyen Tumena.
Baca Juga: El Clasico, Barcelona, Hansi Flick dan Hal yang Tak Pernah Dipahami La Liga
Posisi 18 Klasemen
Samp ditahan imbang 0-0 saat bertandang di Juve Stabia pada Rabu dalam pertandingan terakhir musim reguler di Serie B.
Hasil tersebut memastikan Blucerchiati finis di posisi ke-18 klasemen Serie B, menyusul Cittadella dan Cosenza yang lebih dulu terlempar ke kasta ketiga sepak bola Italia.
Blucerchiati mengalami musim yang sulit, yang dimulai dengan Andrea Pirlo sebagai pelatih.
Artikel Terkait
Perebutan Posisi 4 Teratas Serie A: Mengulik Peluang Juventus, Lazio, Roma, Bologna, Milan, dan Fiorentina
Kontrak Masih Panjang, Marselino Ferdinan Berpotensi Masuk Skuad Utama Oxford United Musim Depan
Peluang Persis Solo Bertahan di Liga 1, Ini 4 Skenarionya
Carlo Ancelotti Resmi Latih Brasil, Dikontrak Fantastis dan Dibayar Rp 4,6 Miliar per Hari
5 Tim Liga 1 Masih Terancam Degradasi, Persis Solo hingga Semen Padang Belum Aman
Dibantai Cina, Ambisi Futsal Putri Indonesia ke Piala Dunia 2025 Pupus