Vlahovic dianggap dapat menjawab kebutuhan lini depan Newcastle, sementara Luiz atau Savona bisa memperkuat kedalaman skuad The Magpies yang kini tampak rentan.
Baca Juga: Ardon Jashari, Kata-kata Pertamanya di Milan, Mulai dari Pirlo hingga Modric
Meski demikian, tawaran ini tidak serta-merta akan diterima begitu saja.
Kabarnya, pihak Newcastle masih enggan melepas Tonali yang dinilai masih memiliki peran penting dalam tim.
Apalagi, gelandang berusia 25 tahun itu disebut masih merasa nyaman bermain di Inggris.
Baca Juga: Nominasi Ballon d’Or diumumkan: Tujuh bintang Barcelona dan Real Madrid Bersaing
Di sisi lain, Juventus menilai kehadiran Tonali sangat krusial untuk menyambut musim 2025-2026.
Performanya yang stabil dan karakter bermainnya dinilai cocok mengisi lini tengah I Bianconeri, terutama setelah Douglas Luiz tampil kurang maksimal musim lalu.
Sebelumnya, Juventus sempat mencoba menggaet Morten Hjulmand dari Sporting CP.
Baca Juga: Barcelona Mencari Kapten Baru Setelah Dicopot dari Marc-Andre ter Stegen
Namun, harga tinggi yang diminta klub Portugal tersebut membuat manajemen berpikir ulang.
Kini, Juventus mencoba opsi lain yang dianggap lebih ekonomis: memanfaatkan momentum buruk Newcastle agar bisa membawa Tonali kembali ke Serie A tanpa membayar mahal.
Apalagi, jika kesepakatan tercapai, Juventus bisa sekaligus melepas Vlahovic dan Luiz secara efektif.
Baca Juga: Juventus Konfirmasi Angka Resmi Penjualan Weah ke Olympique Marseille
Tentu, negosiasi ini akan menjadi ujian tersendiri bagi Juventus, mengingat Newcastle bukan pihak yang mudah melepaskan aset berharganya, dan Tonali pun tidak menunjukkan sinyal ingin kembali ke Italia.
Artikel Terkait
Ducati Tes Sirkuit Balaton, Michele Pirro Beri Peringatan untuk Marquez dan Bagnaia
30 Nominasi Ballon d’Or 2025 Diumumkan, Messi dan Ronaldo Tak Masuk Hitungan
Ayo Mulai! Fabrizio Romano: Manchester United Sepakat Merekrut Benjamin Sesko
US Open 2025 Pecahkan Rekor Hadiah Uang Terbesar dalam Sejarah Tenis
Update Ranking Timnas Putri Indonesia, Anjlok 11 Peringkat, Vietnam Masih di Puncak