Sassuolo saat ini masih tertahan di posisi ke-13 dengan 10 poin. Sementara Roma menempel ketat Napoli yang kini sebagai capolista dari posisi ke-2.
Jay Idzes mengungkapkan bahwa kekalahan tipis tersebut mencerminkan bahwa kedua tim memiliki kekuatan yang tidak jauh berbeda.
"Sangat disayangkan, kami seharusnya bisa seri dengan Roma," ujarnya dikutip dari Tuttomercatoweb.
Baca Juga: Terima Kasih Pejuang Bela Diri Kaltim!
Menurutnya, Sassuolo seharusnya bisa mencetak gol jika mampu memaksimalkan setiap peluang. "Namun, itu hal yang normal dalam sepakbola," tambah Idzes yang lahir di Mierlo, 25 tahun lalu.
Secara statistik, Sassuolo hanya sedikit tertinggal dari AS Roma dalam jumlah tembakan. I Neroverdi meluncurkan 11 percobaan, sedangkan I Lupi melakukan 15 tembakan.
Kiper Sassuolo, Arijanet Muric juga layak mendapat pujian usai melakukan tujuh penyelamatan.
Jay Idzes menekankan bahwa performa Muric sangat penting dalam mendukung pertahanan timnya.
Baca Juga: Pengamat Soroti Sikap Patrick Kluivert Usai Gagal Bawa Indonesia ke Piala Dunia
Apalagi, Sassuolo menjadi tim yang sulit dibobol lawan dan hanya kebobolan satu gol dalam tiga pertandingan terakhir.
"Kami memiliki banyak pemain bertahan yang kuat, dan kiper kami sangat membantu," jelas Idzes dalam konferensi pers tersebut.
"Kami kebobolan banyak gol melawan Napoli (2) dan Cremonese (3), tetapi saat itu kami belum banyak berlatih bersama atau bermain dalam formasi yang baik. Setelah beberapa bulan, kami mulai saling mengenal satu sama lain," sambungnya.
Artikel Terkait
MotoGP Malaysia: Bagnaia Dihantam Masalah Teknis, Alex Marquez Raih Podium Utama di Sepang
Jay Idzes Pamerkan Slogan Bhinneka Tunggal Ika di Jersey Timnas Indonesia ke Media Italia
Lazio 1-0 Juventus – Statistik Bianconeri yang Mengkhawatirkan
Xabi Alonso Bereaksi Terhadap Kemarahan Vinicius Junior di El Clasico
Eberechi Eze Jebol Gawang Mantan, Arsenal Tak Terkejar di Puncak Klasemen