Juventus Tanggung Kerugian Rp17 Triliun dalam Delapan Tahun, Exor Siapkan Suntikan Modal Baru

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 00:19 WIB
Logo Juventus FC (Juventus.com)
Logo Juventus FC (Juventus.com)

SportlinkNews - Juventus kembali menghadapi tekanan finansial serius menjelang rencana penambahan modal baru dari perusahaan induknya, Exor.

Selama delapan tahun terakhir, Bianconeri dilaporkan telah menanggung kerugian hingga satu miliar euro (sekitar Rp17 triliun), menjadikan dukungan Exor sebagai penyelamat utama stabilitas keuangan klub.

Sebagai salah satu klub paling berpengaruh di Eropa, Juventus tetap terdaftar di bursa saham, namun kendali mayoritas masih berada di tangan keluarga Agnelli melalui Exor.

Baca Juga: Ulah Kasar dan Suporter Lempar Botol, Komdis PSSI Hujani Sanksi di Pegadaian Championship

Struktur ini memungkinkan klub untuk terus beroperasi di tengah guncangan finansial dan hasil olahraga yang tidak menentu.

Menurut laporan dari JuveFC.com dan Calciomercato, suntikan modal baru kembali disiapkan setelah performa Juventus musim ini dianggap belum sesuai harapan. 

Pengeluaran klub yang jauh melebihi pendapatan membuat keuangan Bianconeri terus berada di zona merah.

Baca Juga: Kemenpora Siapkan Sport Summit Indonesia, Sinergi Pusat-Daerah Didorong Majukan Industri Olahraga

Bahkan, sebelum akhir Juni lalu, Exor dikabarkan telah menyalurkan dana tambahan usai kegagalan penjualan Timothy Weah dan Samuel Mbangula ke Nottingham Forest.

Langkah tersebut menunjukkan komitmen kuat keluarga Agnelli dalam menjaga kelangsungan finansial Juventus.

Dukungan ini membantu klub tetap likuid dan kompetitif, meskipun harus menghadapi tekanan akibat tingginya biaya operasional, gaji pemain, serta investasi besar dalam perekrutan dan infrastruktur.

Baca Juga: Jalur Komunikasi Terbuka Lagi, Indonesia Dapat Sinyal Positif dari IOC

Kesuksesan di lapangan kini menjadi kunci utama untuk menyeimbangkan keuangan klub. Kualifikasi ke Liga Champions dipandang vital karena berperan besar dalam mendongkrak pendapatan.

Gagal lolos ke kompetisi elit Eropa berarti kehilangan pemasukan puluhan juta euro.

Manajemen Juventus menyadari pentingnya keseimbangan antara prestasi dan keuangan. Selama Exor terus memberikan dukungan, klub memiliki peluang untuk membangun kembali fondasi yang kokoh. 

Baca Juga: Jelang Piala Dunia U-17 2025, Timnas Indonesia U-17 Siap Tempur di Grup Neraka

Namun, keberlanjutan jangka panjang tetap bergantung pada kemampuan tim mengembalikan kejayaan di lapangan. Ini agar ketergantungan pada suntikan modal bisa perlahan digantikan oleh pertumbuhan alami dari prestasi olahraga.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: juvefc

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X