SportlinkNews - Sassuolo mencatat hasil gemilang dalam lanjutan Serie A 2025–2026 setelah menundukkan Atalanta dengan skor meyakinkan 3-0 di Gewiss Stadium, Italia, Minggu (9/11/2025).
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa tim asuhan Alessio Dionisi tampil semakin solid, baik dalam serangan maupun pertahanan.
Tiga gol kemenangan I Neroverdi masing-masing dicetak oleh Domenico Berardi melalui titik putih pada menit ke-29, kemudian dilanjutkan dengan gol Andrea Pinamonti pada menit ke-47, dan ditutup kembali oleh Berardi pada menit ke-66.
Baca Juga: Lionel Messi Kembali Rasakan Main Bareng Kakak-Adik, Kali Ini Mac Allister Bersaudara
Performa impresif Berardi membuatnya menjadi pemain paling menonjol di lapangan dengan torehan dua gol yang memastikan Sassuolo pulang membawa tiga poin penuh dari Bergamo.
Selain lini serang yang tajam, kemenangan Sassuolo juga tak lepas dari peran penting pemain keturunan Indonesia, Jay Idzes, yang tampil penuh selama 90 menit.
Pemain berusia 25 tahun itu dipercaya turun sebagai starter dan menjadi salah satu pilar utama di lini belakang.
Baca Juga: Hasil Review Cabor: Menpora Bidik 82-90 Emas, Indonesia Incar Tiga Besar di SEA Games 2025
Penampilannya yang lugas dan disiplin berperan besar dalam menjaga gawang Sassuolo tetap aman dari kebobolan.
Salah satu momen krusial terjadi di menit ke-8 ketika Ademola Lookman melepaskan tembakan keras ke arah gawang Sassuolo.
Jay Idzes dengan sigap menghalau bola menggunakan wajahnya.
Baca Juga: Siapa yang Lebih Cocok Pakai Setelan Jas daripada David Beckham?
Aksi heroik tersebut menjadi penyelamat penting karena bola kemungkinan besar akan berbuah gol andai tak berhasil dihalau.
Berbekal ketangguhannya itu, Jay Idzes menjadi salah satu pemain dengan kontribusi defensif terbaik pada laga tersebut.
Artikel Terkait
Xavi Alonso Jelaskan Penampilan Buruk Real Madrid Melawan Rayo Vallecano
Ekspor Industri Alat Olahraga Naik 24,7 Persen, KONI Respon Positif
Kritik Pedas Steward, Lewis Hamilton Mundur dari GP Brasil
Romario Putus dengan Pacar yang Berusia 22 Tahun, Langsung Gandeng Si Pirang Misterius
Chivu: Inter Tidak Mudah Mempertahankan Tekanan Tinggi yang Agresif