SportlinkNews - Jay Idzes dan kawan-kawan menelan korban. Atalanta secara resmi memecat pelatih kepala Ivan Juric.
Ivan Juric hanya memimpin 11 pertandingan Serie A musim 2025-26. Puncaknya ia harus menanggung kekalahan 3-0 di kandang melawan tim promosi Sassuolo yang diperkuat kapten Timnas Indonesia Jay Idzes, Minggu (9/11/2025).
Ivan Juric, yang ditunjuk sebagai penerus andalan Atalanta, Gian Piero Gasperini, selama musim panas, meninggalkan Atalanta di posisi ke-13 klasemen Serie A, dengan hanya dua kemenangan liga dari 11 pertandingan.
Baca Juga: Media Italia Memuji Aksi Keren Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes di Serie A
La Dea telah kalah dalam dua pertandingan terakhir di Serie A, yang terjadi setelah enam hasil imbang berturut-turut di liga.
Itu berarti mereka hanya mengumpulkan enam poin dari delapan pertandingan terakhir mereka di kasta tertinggi Italia.
Seperti yang dijelaskan oleh pakar Football Italia, Alfredo Pedulla, Juric diberitahu bahwa dua pertandingan terakhirnya, melawan Marseille di Liga Champions dan melawan Sassuolo di Serie A, akan menentukan masa depannya di bangku cadangan Dea.
Meskipun mengalahkan Marseille, sang pelatih tetap menjadi berita utama karena interaksinya dengan Ademola Lookman di pinggir lapangan.
Kemudian, setelah kalah 3-0 melawan Sassuolo di akhir pekan, situasi menjadi tak tertahankan.
Secara kebetulan, Juric juga dipecat oleh Roma pada hari ini setahun yang lalu: 10 Desember 2024.
Mantan pelatih Monza dan Fiorentina, Raffaele Palladino, diprediksi akan menjadi pengganti Juric sebagai pelatih kepala Atalanta.
Baca Juga: Komentar Nova dan Evandra Tentang Sejarah Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17
Apa kata Atalanta tentang Juric
“Atalanta BC mengumumkan bahwa Ivan Juric telah diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih kepala tim utama, bersama dengan staf terdekatnya, yaitu Matteo Paro, Miguel Veloso, Pablo Barbero, Stjepan Ostojic, dan Michele Orecchio,” demikian bunyi pernyataan di situs web klub.
Artikel Terkait
Atalanta 0-3 Sassuolo: Penyelamatan Gila Jay Idzes Berisiko Cedera Mata
Chivu: Inter Tidak Mudah Mempertahankan Tekanan Tinggi yang Agresif
Persib Menang Dramatis atas Selangor FC, Teja Paku Alam Beberkan Pesan Keras Bojan Hodak
Imbas PSSI Tak Gelar Laga Internasional, Dua Pemain Timnas Terancam Tak Main Lama
Komentar Nova dan Evandra Tentang Sejarah Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17
Ketika Tottenham dan Man United Berada Dalam Situasi yang Sama