Luka Modric Ungkap Bagaimana Jose Mourinho Bikin Ronaldo Menangis

Suryansyah, Sportlink News
- Kamis, 1 Januari 2026 | 10:05 WIB
Terungkap kisah Jose Mourinho dan Cristiano Ronaldo.
Terungkap kisah Jose Mourinho dan Cristiano Ronaldo.

SportlinkNews - Ikon Real Madrid, Luka Modric, akan memiliki salah satu katalog anekdot terbaik tentang klub dalam sejarah.

Luka Modric telah menghabiskan 13 tahun di klub selama salah satu dari dua era tersuksesnya. Minggu ini ia menceritakan kisah Jose Mourinho dan Cristiano Ronaldo.

Luka Modric tiba di Bernabeu pada tahun 2012, di tengah era Mourinho, saat ia mencoba menjatuhkan tim Barcelona asuhan Pep Guardiola yang dominan.

Meskipun awalnya kesulitan, Modric menjadi pemain kunci bagi Los Blancos. Ia memuji manajer asal Portugal itu atas kemampuannya untuk melewati kesulitan awal.

Baca Juga: Siapa Miliarder Sepak Bola Tahun 2025: Ronaldo atau Messi?

“Istimewa. Sebagai pelatih dan sebagai pribadi. Dialah yang menginginkan saya di Real Madrid. Tanpa Mourinho, saya tidak akan pernah berhasil. Saya menyesal hanya memilikinya selama satu musim,” katanya kepada Corriere della Sera, seperti dikutip oleh MD.

Ditanya siapa pelatih terkeras yang pernah melatihnya, Modric hampir tidak ragu bahwa itu adalah 'si spesial'.

“Mourinho. Saya melihatnya membuat Cristiano Ronaldo menangis di ruang ganti, seorang pemain yang memberikan segalanya di lapangan, karena untuk sekali ini dia tidak mengejar bek sayap lawan. Mourinho sangat lugas dengan para pemain, tetapi dia jujur," cerita Modric.

Baca Juga: Panggung Pergantian Tahun: RotoWire Pilih Lima Penampilan NBA Paling Bersejarah

"Dia memperlakukan Sergio Ramos dan pemain baru dengan cara yang sama. Jika dia ingin mengatakan sesuatu kepada Anda, dia akan mengatakannya. Max [Allegri] juga seperti itu: dia mengatakan langsung kepada Anda apa yang benar dan apa yang salah. Kejujuran adalah hal mendasar.”

Namun, dalam hal manajer terbaik yang pernah melatih Modric, pemain Kroasia itu menunjuk pelatih Brasil saat ini, Carlo Ancelotti.

Keduanya meninggalkan Real Madrid musim panas ini bergandengan tangan saat mereka mengucapkan selamat tinggal kepada Bernabeu.

Baca Juga: Klasemen Serie A 2025: Roma di Puncak

“Carlo adalah nomor satu. Sulit untuk menemukan kata-kata yang tepat. Karena karakternya, bukan hanya kualitasnya di bangku cadangan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: Football Italia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X