SportlinkNews - Lagi-lagi VAR jadi tergugat di Serie A. Atalanta dan Roma harus bersilang pendapat di lapangan.
Mile Svilar dan pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, bersikeras bahwa gol 'absurd' Giorgio Scalvini untuk Atalanta seharusnya dianulir.
Sementara itu La Dea- julukan Atalanta- mempertanyakan mengapa gol Gianluca Scamacca dianulir.
Baca Juga: Jay Idzes Main 90 Menit, Sassuolo Tahan Parma
Atalanta menang 1-0 di Bergamo, Minggu 4 Januari 2025 dini hari WIB. Giorgio Scalvini menyarangkan bola dari tendangan sudut dari jarak enam meter setelah Svilar melakukan kesalahan.
Rekaman tersebut dianalisis cukup lama oleh VAR. Tapi dinyatakan tidak ada pelanggaran, seolah-olah jika ada yang menghalangi kiper Roma, maka itu adalah rekan setimnya di Roma, Devyne Rensch, bukan Scalvini.
Saran tentang handball juga ditolak, karena bola memantul masuk ke gawang setelah mengenai dadanya.
Baca Juga: PSSI Tetapkan SUGBK sebagai Venue FIFA Series Maret 2026
Atalanta dan Roma sama-sama marah dengan wasit dan VAR.
“Sangat jelas bagi semua orang untuk melihatnya, dan itu menimbulkan keraguan serius tentang kinerja VAR,” kata Gasperini kepada DAZN.
“Melihat rekaman itu, itu adalah gol yang tidak masuk akal mengingat aturan saat ini. Tidak mungkin gol itu diberikan jika melihat rekaman ini. Kami menunggu selama tiga menit, jadi melihat rekaman itu, tidak ada penjelasan mengapa gol itu tidak dibatalkan.
“Anda tidak bisa mengubah aturan setiap saat. Ada dua alasan untuk membatalkannya, satu adalah lengan yang menyentuh kiper, yang kedua adalah handball dari pemain yang mencetak gol. Itu benar-benar tidak dapat dijelaskan. Itu tidak masuk akal.”
Baca Juga: Grup Menantang Menanti Indonesia di Piala Asia Futsal 2026
Svilar sendiri juga bersikeras itu adalah pelanggaran, bahkan setelah mantan kiper Walter Zenga di studio Sky Sport Italia menjelaskan kepadanya mengapa halangan itu disebabkan oleh Rensch dan bukan Scalvini.
“Saya mengerti itu, tetapi saya merasakan sesuatu di lengan saya dan kemudian di belakang kepala saya.” Menurut saya, ketika kiper disentuh di kotak enam yard, itu selalu pelanggaran,” kata sang kiper.
Artikel Terkait
10 Transfer Januari Termahal Sepanjang Masa di Serie A
10 Pencetak Gol Terbanyak Italia di Tahun 2025: Tahun Emas untuk Retegui dan Orsolini
AC Milan Puncaki Klasemen Serie A, Allegri Belum Mau Bicara Scudetto
Aston Villa 3 Nottingham Forest 1: John McGinn dan Ollie Watkins Tempel Arsenal
Bukan di Esko, tapi di Lingkup Sepak Bola