Ini adalah kekalahan kandang pertama musim ini bagi Fabregas dan Como. Berarti mereka belum meraih kemenangan dalam dua putaran, setelah hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 di menit-menit terakhir melawan Bologna di akhir pekan.
Statistik menunjukkan Como lebih kuat dalam setiap metrik melawan Milan, termasuk penguasaan bola, umpan yang berhasil, tembakan ke gawang, dan bahkan xG, namun mereka kalah 3-1.
“Kita harus bekerja pada mentalitas, karena ini adalah tim muda,” katanya.
Baca Juga: Studi Ungkap Akar Masalah Kerusakan Sendi Kronis Manula
"Biasanya saya berbicara dengan para pemain tepat setelah peluit akhir berbunyi, tapi saya tidak bisa melakukannya hari ini,” ungkap Fabregas sambil tertawa getir.
“Kami telah mempelajari Milan dan mengetahui beberapa area di mana mereka dapat membahayakan kami, dan mereka melakukannya dalam salah satu situasi yang telah kami diskusikan. Tentu saja itu menyakitkan, tetapi kekalahan membantu Anda untuk berkembang dan kami memiliki ruang nyata untuk peningkatan.”
Fabregas mengatakan dalam konferensi persnya kemarin bahwa menghadapi Max Allegri dengan semua pengalamannya seperti pelatih Serie B yang menghadapi pelatih Liga Champions, tetapi bukankah penampilan ini membuktikan bahwa dia pantas mendapatkan lebih?
Baca Juga: Renata Zarazua Bagikan Foto Tanpa Busana Setelah Menderita Sengatan Matahari
“Tidak, pertandingan berakhir 3-1, jadi Anda harus melihat hasilnya, itulah yang mereka sukai di Italia,” ujarnya sambil tersenyum.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Jangan Abaikan AC Milan untuk Perebutan Gelar Serie A
Inter 1-0 Lecce: Esposito Memastikan Gelar Juara Musim Dingin
Sabar/Reza Gagal Revans, Langsung Tersingkir dari India Open 2026
Persiapan Matang Jadi Kunci Kemenangan Gresik Phonska Plus di Proliga 2026
Aime Leon Dore Perluas Kolaborasi Basket dengan New Balance lewat Fresh Foam BB v3