SportlinkNews - Ancaman serius menghantui wasit Serie A Italia, Federico La Penna, setelah keputusan kontroversialnya dalam duel panas Inter Milan vs Juventus akhir pekan lalu. Akibatnya, Polisi lokal meminta sang pengadil untuk tetap berada di rumah demi keselamatan dirinya.
Kontroversi berawal dari kartu kuning kedua yang diberikan La Penna kepada Pierre Kalulu setelah pelanggaran terhadap Alessandro Bastoni. Akibat keputusan itu, Juventus terpaksa bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama dan kalah 2-3.
Tayangan ulang memperlihatkan Bastoni melakukan diving, yang kemudian diakui sebagai kesalahan oleh kepala wasit Serie A, Gianluca Rocchi. Namun, kemarahan suporter Bianconeri sudah meluas karena mereka menilai keputusan La Penna mengubah jalannya pertandingan.
Baca Juga: Prediksi Play-Off Babak Gugur Liga Champions Malam Ini, Juventus, Real Madrid, PSG Diunggulkan
The Guardian melaporkan La Penna menjadi sasaran perundungan di media sosial, termasuk puluhan ancaman kematian. Beberapa ancaman bahkan diarahkan kepada keluarga sang wasit.
Pesan-pesan ekstrem yang diterima La Penna antara lain: "saya akan menembakmu", "saya akan membunuhmu", hingga "kami akan mengejarmu, kami tahu di mana kamu tinggal". Kejadian ini memaksa La Penna melapor ke pihak berwajib.
Harian lokal La Repubblica dan SportMediaset menyebut polisi meminta La Penna untuk tinggal di rumah sementara sampai situasi mereda. Langkah yang diambil demi keselamatan dirinya dan keluarga.
Baca Juga: Klasemen Super League 2025/26 Pekan ke-20, Persija Memangkas Jarak Poin dengan Borneo FC
Keputusan kontroversial itu tidak dapat ditinjau VAR karena bukan kartu merah langsung, memicu perdebatan soal aturan yang dianggap tidak adil. Banyak pihak menilai kartu kuning kedua seharusnya dapat diperiksa VAR agar insiden serupa tidak mengubah jalannya laga.
Selain La Penna, Bastoni dan istrinya juga menjadi sasaran kemarahan di media sosial. Keduanya sampai menutup kolom komentar setelah aksi Bastoni merayakan pengusiran Kalulu dianggap melanggar sportivitas.
Tekanan juga meluas ke pihak Juventus. CEO klub, Damien Comolli, terancam sanksi disiplin karena mencoba mengkonfrontasi La Penna usai babak pertama.
Baca Juga: Leg Kedua AFC Champions League Two: Persib akan Tampil Beda di Laga Melawan Ratchaburi FC
Direktur Giorgio Chiellini juga menghadapi risiko hukuman karena kritik pedasnya terhadap keputusan La Penna, yang dinilai mengubah momentum laga besar.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan bagi wasit dan urgensi revisi aturan VAR agar kartu kuning kedua dapat ditinjau, mengurangi potensi kontroversi di masa depan.
Artikel Terkait
Spalletti: Juventus Tidak Kepincut Icardi, Kalulu seperti Di Lorenzo
Kontroversi Inter Vs Juventus: Pakar Perwasitan Melihat Kesalahan Serius pada Kartu Merah Kalulu
Kalulu Dikartu Merah, Juventus Nilai Keputusan Wasit Tidak Adil
Kontroversi Kartu Merah Kalulu, Presiden Inter Milan Soroti Ketidakadilan Masa Lalu
De Rossi Soroti Kontroversi Kartu Merah Pierre Kalulu