SportlinkNews - Legenda sepak bola sekaligus pandit ternama, Paolo Di Canio, melontarkan kritik pedas terhadap performa AC Milan usai menelan kekalahan pahit dari Lazio. Ia menyebut skuad Rossoneri saat ini tampil layaknya tim yang kehilangan kepribadian di atas lapangan.
Kekalahan 0-1 di Stadio Olimpico tersebut membuat Milan gagal memangkas jarak dengan rival sekota mereka, Inter Milan. Kini, selisih poin dengan pemuncak klasemen sementara Serie A tersebut masih tertahan di angka delapan poin.
Dalam laga pekan ke-29 yang berlangsung Senin (16/3) dini hari WIB, gol tunggal kemenangan tuan rumah dilesakkan oleh Gustav Isaksen pada menit ke-26. Hasil ini memaksa Milan pulang dengan tangan hampa meski mendominasi jalannya pertandingan.
Baca Juga: IBL All Star 2026 Usung Konsep Baru, Kapten Tim Dipilih Fans
Dengan sisa sembilan laga di Serie A, ambisi mengejar gelar juara kian meredup bagi armada Massimiliano Allegri. Milan pun kini dipaksa mengalihkan fokus utama mereka untuk mengamankan posisi di empat besar demi zona Liga Champions.
Secara statistik, Milan sebenarnya unggul dalam segala aspek, termasuk penguasaan bola yang mencapai 60 persen. Mereka juga mencatatkan 11 percobaan tendangan dengan akurasi operan yang sangat tinggi mencapai 91 persen dari 543 operan.
Namun, dominasi tersebut terbukti mandul karena tim asuhan Allegri gagal mengonversinya menjadi gol. Kekalahan di markas Lazio ini menjadi hasil negatif ketiga yang dialami Milan sepanjang kompetisi kasta tertinggi Italia musim ini.
Baca Juga: Kembali ke Kelas Welterweight, Conor Benn Ungkap Transformasi Tubuh yang Dramatis
Di Canio menilai ada masalah mendasar pada mentalitas para pemain Milan saat ini. Menurutnya, hampir tidak ada pemain yang menunjukkan karakter kuat di lapangan, kecuali sosok senior yang baru didatangkan dari Spanyol.
"Milan selalu kesulitan melawan tim yang bahkan kurang berbakat daripada Lazio, terutama ketika mereka harus bermain sendiri," kata Di Canio dikutip Football Italia.
Secara khusus Di Canio menyoroti performa Rafael Leao yang dianggap tidak memberikan kontribusi maksimal selama pertandingan berlangsung. Di Canio melihat sang penyerang sayap lebih banyak bergerak tanpa arah yang jelas.
Baca Juga: Sneaker Langka Kembali, Nike Air Foamposite Tianjin 2.0 Rilis Mei
"(Rafael) Leao hanya berjalan-jalan dan hanya memberikan solusi saat serangan balik," kritik Di Canio. Ia menambahkan bahwa perilaku seperti itu sangat merugikan pemain lain yang sudah bekerja keras di lapangan.
"Anda tidak bisa membiarkan pemain berjalan-jalan selama 70 menit sementara yang lain mengorbankan diri, lalu marah karena tidak diberi kesempatan bermain. Allegri harus menyelesaikan masalah itu," tegas mantan pemain Milan tersebut.
Artikel Terkait
Gol Estupinan Bawa AC Milan Menang Tipis atas Inter di Derby della Madonnina
AC Milan Sapu Bersih Derbi della Madonnina, Allegri Tetap Jagokan Inter
Tegakkan Aturan Serie A: Enam Pemain Diskors, Direktur Inter Milan dan AC Milan Kena Denda
AC Milan Rilis Film Dokumenter Beyond The Magic, Kisah Inspiratif Sang Kapten
AC Milan Tergelincir di Olimpico, Allegri: Lupakan Scudetto, Fokus Liga Champions