SportlinkNews - Kekalahan tipis yang diderita Como saat menjamu Inter Milan dalam lanjutan Serie A musim 2025/26 menyisakan luka mendalam bagi pihak manajemen tuan rumah. Meski gagal mengamankan poin untuk kembali merangkak ke zona Liga Champions, perhatian utama justru tertuju pada insiden memalukan di tribun penonton.
Stadio Giuseppe Sinigaglia menjadi saksi perjuangan sengit Nico Paz dan rekan-rekannya yang harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor dramatis 3-4. Hasil pada pekan ke-32 ini memaksa Como tertahan di papan klasemen dan kehilangan momentum penting untuk menembus empat besar.
Mirwan Suwarso selaku Presiden Como tetap memberikan apresiasi setinggi langit atas determinasi luar biasa yang ditunjukkan oleh skuad asuhan Cesc Fabregas tersebut. Baginya, performa di atas lapangan hijau sudah sangat sesuai dengan filosofi kerja keras yang selama ini ditanamkan oleh klub.
Baca Juga: Bawa Persijap Kalahkan Bhayangkara FC, Borja Martinez Sebut Laskar Kalinyamat Jadi Tim yang Kompak
"Terlepas dari hasil akhir, saya sangat bangga dengan tim kami. Mereka memberikan segalanya di lapangan dan berjuang dengan penuh kehormatan. Inilah semangat yang mendefinisikan kami," tulis Mirwan Suwarso di Instagram.
Hanya saja, kegemilangan aksi para pemain di lapangan seolah tertutup oleh perilaku negatif sebagian oknum pendukung di area tribun kehormatan. Muncul laporan mengenai tindakan penghinaan dan ejekan yang diarahkan secara langsung kepada para petinggi Inter Milan yang hadir sebagai tamu.
Sikap tidak terpuji tersebut memicu reaksi keras dari pria asal Madiun, Indonesia, yang kini memimpin operasional klub berlogo salib putih itu. Mirwan merasa perlu memberikan teguran terbuka demi menjaga nama baik institusi yang sedang ia bangun di kompetisi kasta tertinggi Italia.
Baca Juga: Allano Lima Bawa Persija Putuskan Tren Buruk, Kini Makin Pede Kejar Poin Kemenangan
"Namun, kebanggaan atas penampilan kami tidak dapat mengalahkan kekecewaan saya terhadap perilaku yang ditunjukkan oleh beberapa orang di tribun kehormatan terhadap delegasi lawan," ungkap Mirwan Suwarso.
Mirwan menegaskan bahwa intensitas emosi yang tinggi dalam sebuah pertandingan sepak bola tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan norma kesopanan dasar. Menghormati lawan, menurutnya, adalah pondasi utama yang tidak bisa ditawar dalam membangun budaya klub yang profesional dan berwibawa.
"Saya mengerti bahwa sepak bola membawa emosi yang kuat, tetapi kita tidak boleh melupakan jati diri kita."
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Super League 2025/26 Pekan ke-28, Rivalitas Tim Semakin Kuat
"Kita adalah klub yang dibangun di atas martabat. Martabat itu harus meluas di luar lapangan, terhadap lawan kita, pendukung mereka, dan terutama para direktur dan eksekutif mereka. Mereka adalah tamu kita, dan mereka pantas mendapatkan rasa hormat."
Mirwan sangat menyayangkan insiden ini karena dianggap mencoreng citra positif yang selama ini diusahakan oleh Como sejak promosi ke Serie A. Baginya, martabat sebuah klub tidak hanya diukur dari kemenangan skor, melainkan juga dari cara mereka menyambut setiap tamu yang datang.
Artikel Terkait
Como 2-1 Roma: Fabregas Kecam Gasperini atas Ketidakhormatan
Duka Cesc Fabregas untuk Bos Como 1907, Michael Bambang Hartono
Como Jegal Pisa 5-0, Assane Diao Beri Kontribusi Besar
Kolaborasi Adidas dan Como Lahirkan Sepatu Istimewa Penuh Kebanggaan
Como 3-4 Inter: Comeback Dramatis Membawa Pemimpin Klasemen Unggul 9 Poin