Buntut Perselisihan dengan Gasperini, Claudio Ranieri Tinggalkan AS Roma

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 25 April 2026 | 17:41 WIB
Claudio Ranieri: Roma berjuang untuk setiap bola, masih 50-50 dengan Athletic Club.
Claudio Ranieri: Roma berjuang untuk setiap bola, masih 50-50 dengan Athletic Club.

SportlinkNews - AS Roma secara resmi mengakhiri masa bakti Claudio Ranieri sebagai penasihat klub ibu kota tersebut. Keputusan besar ini diambil manajemen setelah munculnya ketegangan terbuka antara dirinya dengan pelatih, Gian Piero Gasperini.

Pihak manajemen Giallorossi telah merilis keterangan tertulis mengenai pemutusan hubungan kerja dengan Ranieri. Klub lebih memilih untuk berdiri di belakang Gasperini yang baru mulai menjabat sebagai juru taktik pada musim panas lalu.

"Kami memiliki kepercayaan penuh pada jalan ke depan di bawah Gian Piero Gasperini, dengan tujuan bersama untuk tumbuh, berkembang, dan memberikan hasil yang layak untuk sejarah kami," demikian pernyataan AS Roma dikutip Reuters.

Baca Juga: Madura United Bertekad Lolos dari Zona Merah, Jan Olde Riekerink Waspada

Awalnya, kedatangan Gasperini ke Olimpico dimaksudkan untuk menggantikan posisi Ranieri yang menjabat pelatih sementara. Ranieri kemudian naik posisi menjadi penasihat yang bertugas memberikan masukan strategis kepada jajaran direksi klub.

Ironisnya, Ranieri adalah sosok utama yang memberikan rekomendasi langsung agar klub mendatangkan Gasperini sebagai suksesornya. Ia sempat meyakini bahwa pria berusia 68 tahun itu adalah profil yang sangat ideal untuk menakhodai Roma.

Ranieri bahkan pernah melontarkan pujian dengan menyebut Gasperini sebagai satu-satunya orang yang mampu membawa Roma kembali berprestasi. Namun, harmonisasi di jajaran petinggi dan staf pelatih tersebut justru hancur dalam waktu yang relatif singkat.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan ke-34 Liga Primer, Peluang Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen

Pemicu utama konflik internal ini bermula saat Gasperini melontarkan kritik pedas secara publik terhadap kebijakan transfer pemain. Ia merasa tidak puas dengan komposisi skuad yang dibentuk manajemen selama jendela transfer berlangsung baru-baru ini.

Gasperini secara tegas mengklaim bahwa dirinya tidak pernah dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait pembelian beberapa pemain baru. Pernyataan tersebut dianggap sebagai serangan langsung terhadap peran Ranieri yang mengawasi aktivitas transfer di tingkat manajerial.

Ranieri sendiri sempat membela diri dengan bersikeras setiap langkah rekrutmen selalu melalui proses konsultasi dengan tim pelatih. Perbedaan pendapat yang sangat tajam ini akhirnya membuat suasana ruang ganti dan kantor pusat menjadi tidak kondusif.

Baca Juga: Jelang Grand Prix Spanyol Alex Rins Benarkan Dirinya akan Dilepas Yamaha Akhir Musim 2026

Di sisi lain, Roma saat ini sedang berjuang keras untuk kembali ke kancah elite Benua Biru. Klub tersebut belum bermain di kompetisi Eropa sejak tersingkir oleh Porto di babak 16 besar tujuh tahun lalu dan mmenghadapi tantangan berat untuk lolos musim depan.

Performa tim di bawah asuhan Gasperini sejauh ini masih tergolong naik-turun dalam perburuan posisi empat besar. Roma berada di posisi keenam dan tertinggal lima poin dari Juventus dengan lima pertandingan tersisa.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Reuters

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X