SportlinkNews - Pelatih Timnas Kanada Jesse Marsch mengecam pelatih asal Italia Roberto De Zerbi karena dianggap 'benar-benar brengsek' terhadap gelandang Sassuolo dan CANMNT, Ismael Kone.
"Sekarang lihat dia berkembang pesat," kata Jesse Marsch tentang Ismael Kone.'
Ledakan mengejutkan itu terjadi ketika Jesse Marsch berbicara di podcast Call It What You Want di CBS Sports Golazo America.
Baca Juga: Sassuolo 2-0 AC Milan: Kartu Merah Bikin Rossoneri Ambruk, Jay Idzes Harus Keluar karena Cedera
Ia ditanya pemain mana yang paling berkembang untuk Kanada dan menyebut gelandang Sassuolo, Ismael Kone, yang telah berkembang pesat musim ini di Serie A.
Namun, ia juga menggunakan kesempatan itu untuk menyalahkan salah satu mantan pelatih Kone, karena De Zerbi terkenal mempermalukan pemain muda itu dalam latihan di Olympique Marseille.
Pujian Marsch untuk rekan setim kapten Timnas Indones, Jay Idzes itu adalah kritik untuk De Zerbi.
“Anda tahu, ketika saya mengambil alih tim, saya pikir Ismael adalah orang yang masih mentah dan berbakat,” ujar Marsch di podcast tersebut.
Baca Juga: Bayern Muenchen 1 PSG 1 (5-6 agregat): Tuan Rumah Dibuat Menangis
“Dan sejak saat itu, saya banyak berbicara dengannya tentang disiplin dan konsentrasi, dan segala hal tentang apa artinya itu dalam kehidupan sehari-harinya, dalam nutrisinya, dalam kebiasaan tidurnya, dalam cara dia berlatih dan cara dia tampil setiap hari, dalam cara dia bermain, dalam kecerdasannya secara keseluruhan," jelasnya.
Pergi ke Italia dan bermain untuk tim yang baru promosi, dan harus berjuang melewati situasi seperti itu di liga yang sangat terorganisir. Dia memainkan peran yang sangat penting dalam tim itu dan menjalani tahun yang hebat.
“Jadi, maksud saya, mungkin mudah untuk mengatakan bahwa Ismael adalah orangnya. Bukan hanya dari apa yang telah saya lakukan dengannya dan apa yang telah dilakukan tim nasional dengannya, tetapi juga apa yang telah dia capai dalam kariernya, dan langkah-langkah yang telah dia ambil melalui kesulitan, saya tambahkan."
Baca Juga: Suporter Arsenal Bayar Harga Fantastis untuk Final Liga Champions Termahal Sepanjang Masa
“Karena itu tidak mudah dengan De Zerbi dan Marseille. De Zerbi benar-benar brengsek terhadapnya dan dia tetap kuat. Dia tidak pernah meragukan dirinya sendiri. Dia menemukan situasi baru, dan sekarang lihatlah dia berkembang pesat.
Artikel Terkait
Serie A: Perebutan Tiket Liga Champions Diburu 4 Tim dengan Selisih 5 Poin
Terungkap Keputusan Kontroversi Wasit Tidak Memberika Penalti kepada Muenchen
Ballack Curiga Adanya Konspirasi Melawan Bayern Muenchen!
Enam Pemain Memutuskan Kontak Dengan Bos Real Madrid
Kecewa, Neuer Ungkap Alasan Tersingkirnya Muenchen