Kemarahan Spalletti memuncak ketika melihat para pemain depan seringkali mengambil keputusan yang keliru dalam situasi transisi menyerang. Ia menilai Juventus seharusnya bisa menang dengan skor mencolok jika melihat kualitas teknis individu yang dimiliki tim.
"Kemudian kami marah pada diri sendiri, bikin sulit diri sendiri. Sebuah pertandingan seperti ini enggak seharusnya berakhir 1-0, kami kan hampir tidak membiarkan mereka keluar dari daerah pertahanannya sendiri, dan ada banyak contoh di mana kami punya dua opsi serangan dan kami selalu memilih yang ketiga paling buruk, inilah kami," tuturnya.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Milan Puas Ditahan Juventus, Pulisic Sensitif dan Leao Tidak Pernah Bisa Konsisten
Lima Kali Bertemu, Juventus dan Vlahovic Belum Mencapai Kesepakatan Kontrak
Robert Lewandowski Mulai Tebar Pesona di Serie A, Juventus Jaga Jarak
Terungkap, Ini Besarnya Permintaan Gaji Lewandowski dari Juventus dan AC Milan
Lecce 0-1 Juventus: Gol Spesial Vlahovic dalam 12 Detik