Dari semua kompetisi Eropa, tim asuhan Massimiliano Allegri dapat menawarkan peran bintang kepada anggota Tim All-Star Piala Dunia FIFA dua kali ini, yang tampil di Rusia 2018 dan Piala Dunia FIFA Qatar 2022, baik sebagai pemain inti maupun pemain ke-12.
Mereka dapat menjaminnya mendapatkan banyak menit bermain di Serie A yang sangat taktis, yang akan memberinya kesempatan sempurna untuk sekali lagi menunjukkan kemampuannya, menggabungkan kualitas dan visinya untuk membuat perbedaan di lapangan.
Meskipun tidak akan mampu berkontribusi sebanyak sebelumnya, Modric tetap dapat memainkan peran penting di Serie A, baik sebagai deep-lying playmaker maupun gelandang serang.
Ia akan berperan krusial dalam membantu rekan-rekan setimnya yang lebih muda mengembangkan permainan mereka, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Kedatangan Modric ke Milan akan memberikan dampak luar biasa bagi reputasi liga, sekaligus memberinya tempat yang sempurna untuk mempersiapkan diri menghadapi penampilan terakhirnya di panggung terbesar dunia.
Mendapatkan menit bermain reguler di Milan akan membantunya tetap segar, bugar, dan siap untuk Piala Dunia FIFA 2026.
Baca Juga: Mengenal MetLife Stadium, Arena Duel Chelsea FC vs PSG di Final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
"Boban adalah pahlawan saya, dan ketika saya masih kecil, ayah saya membelikan saya baju olahraga Milan," ungkap Modric kepada La Gazzetta dello Sport dalam sebuah wawancara pada tahun 2020.
"Dulu saya membayangkan diri saya bermain untuk Milan, tetapi kenyataannya tidak seperti itu," katanya.
Sampai sekarang. Pemain dengan gelar terbanyak dalam sejarah Real Madrid ini bersemangat untuk memulai satu tantangan terakhir: membantu Rossoneri kembali ke puncak Serie A dan mewakili negaranya untuk terakhir kalinya sebelum gantung sepatu.