SportlinkNews - Lautaro Martinez, kapten Inter Milan boleh jadi merasa kecewa saat timnya dibantai PSG 5-0 pada final Liga Champions.
Juga tidak berdaya di Piala Dunia Antarklub setelah dijungkirkan oleh Flimunense 0-2 di babak 16 besar. Meski begitu Lautaro Martinez benar-benar seorang kapten sejati.
Gol demi gol, kemenangan demi kemenangan, Lautaro Martinez memimpin lini depan Inter dengan rasa lapar, tekad, dan segudang kualitas.
Baca Juga: Riyadh Season Jalin Kemitraan dengan LaLiga untuk Tingkatkan Kualitas Siaran Sepak Bola Arab Saudi
Pria yang juga dijuluki El Toro itu menjalani musim 2024/25 yang produktif, meraih penghargaan MVP, mencetak rekor, dan menciptakan kenangan ikonik.
Sebagai pemimpin, Lautaro mencatatkan namanya di buku sejarah dengan sembilan gol Liga Champions, menyamai rekor Hernan Crespo.
Dengan total 21 gol di Liga Champions, ia kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Nerazzurri di kompetisi tersebut, melampaui rekor legenda, Sandro Mazzola.
Tapi bicara tentang Lautaro bukan hanya soal gol. Ia juga menampilkan performa yang memukau.
Lautaro memenangkan empat penghargaan UEFA POTM: yang pertama diraih pada matchday 7 fase liga setelah mencetak gol kemenangan yang sensasional.
Kemudian, ia mencetak hattrick melawan Monaco pada malam yang sempurna di bulan Januari. Ia memenangkan penghargaan ke-3 atas penampilannya dalam kemenangan atas Feyenoord, di mana ia melampaui rekor Mazzola.
Baca Juga: Jepang Rajai Turnamen Sepak Bola EAFF E-1 Tumbangkan Korea Selatan dan China
Terakhir, kita melihat pertandingan yang membawa Nerazzurri melaju ke semifinal: 2-2 melawan Bayern Munchen di leg kedua perempat final dengan kemenangan agregat 4-3 untuk Milan.
Menjelang laga kandang terakhir di tahun 2024, Meazza memberikan penghormatan kepada kapten Inter setelah ia mencapai 300 penampilan untuk Nerazzurri.