SportlinkNews - Napoli kokoh di puncak klasemen Serie A dan menjadi satu-satunya tim tersisa dengan rekor 100 persen.
Napoli menjadi satu-satunya tim yang meraup empat kemenangan beruntun di Serie A musim 2025-26.
Tapi, kemenangan keempat melawan Pisa di Stadion Diego Armando Maradona, Selasa 23 September 2025 dini hari, tidak mudah.
Baca Juga: Pakar Serie A Mengidentifikasi Dua Kekurangan Juventus
Napoli harus jatuh bangun lewat gol Billy Gilmour, Leonardo Spinazzola, dan Lorenzo Lucca sebelum menang 3-2.
Pisa membuka musim dengan hasil imbang 1-1 melawan Atalanta, kemudian kalah 1-0 dari Roma dan Udinese.
Calvin Stengs mengalami cedera otot adduktor, absen bersama Idrissa Touré dan Daniel Denoon, sementara Juan Cuadrado dan mantan bek Napoli Raul Albiol berada di bangku cadangan.
Matteo Politano gagal memanfaatkan umpan awal dari kiper Adrian Semper yang bermain dari belakang, tetapi ketegangan kembali terjadi setelah 10 menit ketika wasit diminta menghentikan pertandingan melalui VAR.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Pertahankan Gelar Juara Livoli Divisi Utama 2025 dengan Rekor Sempurna
Kevin De Bruyne memang melanggar Leris tepat di tepi kotak penalti, tetapi tidak ada penalti karena pemain Pisa itu telah menyentuh bola dengan tangannya terlebih dahulu, sehingga situasi tersebut menjadi netral.
Tendangan voli De Bruyne dihalau Semper melalui tendangan sudut, sementara Eljif Elmas berhasil mencetak gol pada menit ke-26, tetapi baru setelah Rasmus Hojlund terjebak offside saat memaksa Semper melakukan penyelamatan.
Napoli akhirnya membuka skor dengan gol pertama klub dari Gilmour. Leonardo Spinazzola melakukan umpan tarik dari sisi kiri dan gelandang Skotlandia itu mengecoh bek lawan dengan tipuan cerdas, lalu tendangannya dibelokkan ke sudut bawah gawang dari jarak 14 meter.
Baca Juga: FIFA Beri Kepastian, Erick Thohir Tetap Nahkoda PSSI
Pisa hampir menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama, ketika Leris lolos dari jebakan offside setelah menerima umpan Michel Aebischer yang melambung tinggi dan meluncur ke tiang jauh, memaksa Meret melakukan penyelamatan gemilang.