SportlinkNews - Juventus resmi memulai era baru di bawah kendali Luciano Spalletti.
Pelatih berpengalaman asal Italia itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan manajemen Bianconeri untuk menjadi juru taktik baru setelah pemecatan Igor Tudor, yang gagal memenuhi ekspektasi klub.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Juventus mengembalikan stabilitas dan performa tim usai mengalami periode sulit di Serie A.
Setelah kemenangan atas Inter Milan, Juve tidak pernah menang dalam delapan pertandingan beruntun di semua kompetisi dan bahkan menelan tiga kekalahan beruntun.
Baca Juga: Ulah Kasar dan Suporter Lempar Botol, Komdis PSSI Hujani Sanksi di Pegadaian Championship
Menurut laporan jurnalis Italia Fabrizio Romano, Spalletti akan menandatangani kontrak hingga Juni 2026 dengan opsi perpanjangan otomatis jika berhasil membawa Juventus finis di zona Liga Champions musim ini.
"Langkah-langkah formal sedang diperiksa oleh pengacara sebelum penandatanganan dokumen," tulis Romano di akun X.
Beberapa media Italia seperti Gazzetta dello Sport dan SportMediaset menyebut Spalletti akan menerima gaji sekitar 3 juta euro hingga akhir musim, dengan klausul perpanjangan otomatis jika target empat besar tercapai.
Pelatih berusia 66 tahun itu dijadwalkan hadir di tribun Allianz Stadium malam ini untuk menyaksikan laga Juventus melawan Udinese, sementara tim sementara masih dipimpin oleh Massimo Brambilla.
Baca Juga: Kemenpora Siapkan Sport Summit Indonesia, Sinergi Pusat-Daerah Didorong Majukan Industri Olahraga
Penunjukan Spalletti menandai awal baru bagi Juventus setelah masa kepemimpinan Igor Tudor yang diwarnai ketegangan internal. Laporan media Italia menyebut, ada beberapa pemain yang berselisih dengan Tudor, yang memperburuk situasi ruang ganti.
Kini, harapan besar diletakkan pada Spalletti untuk memulihkan keharmonisan dan semangat tim. Juventus yakin bahwa pengalaman dan kecerdasan taktis Spalletti bisa menjadi fondasi penting untuk membangun kembali kejayaan klub.
Seperti diketahui, bila Luciano Spalletti bukan nama asing di sepak bola Italia. Ia telah menukangi sejumlah klub ternama seperti AS Roma, Inter Milan, Udinese, hingga Napoli.
Pencapaian terbaiknya datang bersama Napoli, ketika ia mempersembahkan Scudetto Serie A 2022/2023, mengakhiri penantian panjang klub selama lebih dari tiga dekade.
Baca Juga: Jalur Komunikasi Terbuka Lagi, Indonesia Dapat Sinyal Positif dari IOC
Selain itu, Spalletti juga pernah membawa AS Roma memenangkan Coppa Italia dan Piala Super Italia. Reputasinya sebagai pelatih yang disiplin, berani mengambil risiko taktis, serta mampu mengembangkan pemain muda membuat Juventus optimistis.
Bagi Spalletti, menangani Juventus adalah tantangan baru sekaligus puncak kariernya di level domestik.
Klub yang sarat sejarah ini kini menuntut kebangkitan cepat agar kembali bersaing di papan atas Serie A dan meraih tiket ke Liga Champions.
Manajemen Juventus berharap, di bawah asuhan Spalletti, para pemain seperti Kenan Yildiz, Federico Chiesa, dan Dusan Vlahovic dapat tampil lebih konsisten.
Baca Juga: LALIGA Pimpin Eropa dalam Pembinaan Pemain Muda, Nilai Pasar Akademi Tembus €1,46 Miliar
Dengan pengalaman dan visi sepak bola menyerang khasnya, Spalletti diharapkan mampu menghidupkan kembali identitas permainan Bianconeri.
Dengan kedatangan Luciano Spalletti, Juventus memulai babak baru, babak yang diharapkan akan membawa klub kembali menjadi kekuatan dominan, bukan hanya di Italia, tetapi juga di Eropa.