SportlinkNews - Cesc Fabregas menegaskan Milan pantas mendapat pujian atas kemenangan yang diraih di luar dugaan. Tapi tidak sanggup menghadapi para pemain Como-nya.
Awal yang sempurna di Stadio Sinigaglia, Jumat 16 Januari 2026 dini hari WIB dimulai ketika Marc-Oliver Kempf menyundul bola dari sepak pojok setelah 10 menit.
Tapi kiper Milan Mike Maignan melakukan serangkaian penyelamatan gemilang untuk menjaga Rossoneri tetap dalam permainan.
Baca Juga: Como 1-3 Milan: Keajaiban Rabiot Menjaga Harapan Scudetto Tetap Hidup
Penyelamatan tersebut terbukti menentukan, karena Christopher Nkunku berhasil mencetak gol dari titik penalti menjelang akhir babak pertama.
Kemudian dua gol Adrien Rabiot membalikkan keadaan setelah babak kedua dimulai, meskipun gol-gol tersebut tercipta di luar dugaan.
“Kami kalah dan karena itu kami perlu meningkatkan diri,” kata pelatih Como, Cesc Fabregas kepada DAZN Italia.
Laga Como vs Milan di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Jumat 16 Januari 2026 dini hari WIB itu berakhir dengan skor 1-3 untuk Milan.
Baca Juga: Herdman Tak Main Aman, Indonesia Bidik Juara ASEAN Hyundai Cup 2026
Tuan rumah membutuhkan waktu 10 menit untuk memecah kebuntuan. Sundulan Youssouf Fofana membawa Como unggul 1-0.
Milan baru bisa menyamakan kedudukan pada menit 45+1. Christopher Nkunku berhasil mengeksekusi hadiah penalti.
Milan kemudian membalas dengan tiga gol lewat Christopher Nkunku dan dua gol Rabiot.
“Kita harus berusaha lebih baik di pertandingan berikutnya dan memenangkan pertandingan. Kami memiliki salah satu rekor pertahanan terbaik di Eropa sebelum pertandingan ini," ujar Fabregas.
Baca Juga: Aprilia Racing Tampil dengan Livery Singa, Simbol Pantang Menyerah di Musim 2026
“Kami mengucapkan selamat kepada Milan mereka menang dan karena itu berhak untuk merayakan."
Fabregas membangkitkan semangat para pemainnya, baik menang maupun kalah, dan menekankan harus selalu berusaha untuk berkembang dan meningkatkan diri.