SportlinkNews - Kritikan terhadap keputusan wasit kembali memuncak, kali ini menimpa Alessandro Bastoni setelah derby Italia antara Inter Milan dan Juventus. Presiden Nerazzurri, Giuseppe Marotta, menyoroti bagaimana pemainnya menjadi sasaran kecaman yang tidak seimbang, sementara kontroversi serupa di masa lalu kerap menguntungkan klub lain.
Kemenangan Inter Milan 3-2 atas Juventus sempat ternoda kontroversi kartu merah Pierre Kalulu. Banyak pihak menilai keputusan itu tidak adil karena Bastoni diduga melakukan diving, memicu kemarahan Bianconeri yang menilai kartu tersebut menentukan hasil pertandingan.
Marotta menegaskan Juventus bukan satu-satunya pihak yang pernah dirugikan keputusan wasit. Ia membuka catatan masa lalu untuk menunjukkan ketidakadilan yang dialami Inter Milan di kompetisi domestik.
Baca Juga: Undian Thomas & Uber Cup 2026 Digelar 18 Maret, Indonesia Siap Hadapi Duel Panas Fase Grup
"Saya ingat Inter kalah dalam perebutan scudetto musim lalu dengan selisih satu poin dan kemudian sebuah kesalahan mencolok diakui pada laga melawan AS Roma. Sebuah penalti yang seharusnya menentukan gelar yang akhirnya dimenangi Napoli," kata Marotta, dikutip Nicolo Schira.
Menurut Marotta, Juventus juga pernah diuntungkan oleh keputusan wasit. Oleh karena itu kritik tidak seharusnya hanya menimpa Inter Milan.
"Kekacauan hanya terjadi pada Inter? Jawabannya adalah Inter telah menjadi klub paling sukses dalam beberapa tahun terakhir. Saya hanya ingat satu episode kecil mengenai diving," ucapnya.
Baca Juga: Ronaldo Protes Ketimpangan Finansial di Al Nassr, Jorge Jesus Pasang Badan
Marotta menyoroti kasus konkret, ketika Juan Cuadrado melakukan diving dalam laga melawan Inter Milan di hadapan wasit Gianpaolo Calvarese, yang kemudian diklarifikasi oleh badan wasit sebagai diving jelas.
"Dengan kemenangan itu, Juventus FC mengamankan kualifikasi untuk Liga Champions dan menghasilkan sekitar 60 hingga 70 juta euro," tambah Marotta, menekankan dampak finansial dari keputusan kontroversial.
Selain itu, Marotta juga membela Bastoni, yang menjadi target kecaman berlebihan di media sosial. Bahkan warganet sampai menyasar keluarga pemain.
Baca Juga: Vinicius Jr Jadi Agen Mbappe dan Bellingham, Galacticos Baru Real Madrid Dimulai?
"Bastoni menjadi sasaran kecaman media melampaui apa yang terjadi. Dia adalah aset tim nasional," ungkapnya.
"Mereka mempertanyakan pemanggilannya. Dia memang melakukan kesalahan, tetapi siapa yang tidak melakukan kesalahan?" ia melanjutkan.