liga-italia

Evaluasi Hasil Buruk Kontra Fiorentina, Spalletti: Saya Harus Pertanyakan Diri Sendiri

Senin, 18 Mei 2026 | 16:44 WIB
Luciano Spalletti klaim seharusnya Juventus memenangkan pertandingan melawan Sassuolo.

SportlinkNews - Peta persaingan dalam memperebutkan tiket Liga Champions di panggung Serie A musim 2025/26 makin memanas memasuki akhir kompetisi. Drama besar langsung tersaji pada pekan ke-37 saat Juventus, justru terjegal secara mengejutkan dalam perburuan posisi empat besar tersebut.

Langkah Juventus harus tersendat usai dipaksa menyerah dengan skor telak 0-2 saat menjamu Fiorentina di hadapan pendukungnya sendiri. Hasil minor di Stadion Juventus tersebut menjadi pukulan telak yang merubah total konstelasi papan atas klasemen sementara.

Hasil buruk yang diderita Juventus terasa kian menyakitkan karena para kompetitornya justru kompak mengamankan poin penuh pada pekan yang sama. AC Milan sukses membungkam Genoa dengan skor tipis 2-1, sementara AS Roma berhasil memenangi laga sarat gengsi bertajuk Derbi della Capitale kontra Lazio dua gol tanpa balas.

Baca Juga: Red Bull Racing dan Crocs Bikin Sepatu Futuristik Terinspirasi Mobil F1

Kekalahan Juventus terasa makin memalukan lantaran Fiorentina, sebenarnya harus menyudahi pertandingan dengan berkekuatan 10 orang sejak menit ke-71. Kartu merah langsung yang diterima oleh bek Luca Ranieri gagal dimanfaatkan tuan rumah, yang justru kebobolan oleh gol Cher Ndour pada menit ke-33 dan Rolando Mandragora di menit ke-82.

Akibat dari hasil negatif tersebut, posisi Juventus langsung merosot tajam ke peringkat keenam klasemen dengan koleksi 68 poin. Peringkat mereka dilewati AC Milan dan AS Roma yang melesat dengan raihan 70 poin, serta Como yang menguntit ketat di urutan kelima.

Kondisi ini membuat peluang raksasa Turin untuk mentas di kompetisi kasta tertinggi Eropa musim depan berada di ujung tanduk. Pada laga pemungkas mendatang, Juventus tidak hanya diwajibkan menang dalam laga bertajuk Derbi della Mole kontra Torino, tetapi juga harus bergantung pada hasil buruk yang diraih para pesaingnya.

Baca Juga: Ronaldo Menangis Tiga Tahun Tanpa Trofi di Arab Saudi, Al-Nassr Habiskan Rp 10 Triliun

Menyikapi situasi pelik timnya pelatih Juventus Luciano Spalletti, memilih untuk bersikap kesatria. Ia lebih memilih untuk melakukan introspeksi mendalam secara personal ketimbang melayangkan kritik tajam kepada anak asuhnya.

"Pertama-tama, saya harus mempertanyakan diri sendiri daripada para pemain," kata Spalletti dikutip dari Football-Italia.

"Seperti yang saya katakan kepada mereka hari ini, jika ini yang ditawarkan tim saya, saya harus menilai terutama apa yang telah saya lakukan, sebelum menganalisis apa yang telah mereka lakukan," Spalletti melanjutkan.

Baca Juga: Goergina Pamer Penampilan Terbaru dalam Pemotretan Pakaian Pantai

Spalletti juga tidak menampik anak asuhnya tampil jauh di bawah standar performa dan kehilangan taji dalam laga krusial tersebut. Dengan nada kecewa. “Penampilan mereka sangat buruk dalam banyak aspek."

Faktor dewi fortuna yang enggan berpihak juga disebutnya menjadi salah satu alasan mengapa skema permainan yang Spalletti persiapkan tidak berjalan mulus. "Kadang-kadang kami juga kurang beruntung. Kami tertinggal 0-1 meskipun tidak banyak menderita (serangan dari lawan)."

Halaman:

Tags

Terkini