SportlinkNews - LaLiga bekerja sama dengan pemerintah Argentina dan organisasi lainnya di negara tersebut berhasil membongkar jaringan pembajakan global di industri audiovisual.
Dalam sebuah operasi besar-besaran di Argentina berhasil membongkar jaringan kriminal dengan hingga 8 juta pengguna berbayar di seluruh dunia dan potensi jangkauan lebih dari 20 juta klien.
Operasi yang dipimpin oleh badan peradilan Argentina ini melibatkan kolaborasi teknis dari LaLiga, Alianza, Nagravision, dan Telecom Argentina. Selain itu, Motion Picture Association (MPA) juga merupakan bagian dari proses ini.
Baca Juga: Prancis Jegal Ukraina, Gol Kylian Mbappe Samai Rekor Thierry Henry
“Operasi ini menandai sebelum dan sesudah dalam perang melawan pembajakan digital di Amerika Latin," ujar Javier Tebas, Presiden LaLiga.
"Skala jaringan ini menunjukkan bahwa penipuan audiovisual merupakan masalah kejahatan terorganisir transnasional."
"Dari LaLiga, kami akan terus bekerja sama dengan pihak berwenang, Alianza, dan mitra kami untuk melindungi industri, klub, dan, yang terpenting, para penggemar,” tegas Javier Tebas.
Baca Juga: Maroko Lolos ke Piala Dunia 2026 untuk Ketiga Kalinya, Berharap Bikin Kejutan Seperti di Qatar 2022
Investigasi ini mengungkap jaringan layanan IPTV ilegal yang mendistribusikan konten audiovisual secara curang dengan merek-merek yang dikenal luas di pasar bajakan.
Penggerebekan yang diperintahkan oleh Pengadilan Jaminan San Isidro No. 4 ini merupakan bagian dari investigasi yang dilakukan oleh Kantor Kejaksaan Kejahatan Siber San Isidro, Buenos Aires (UFEIC).
Penggrebekan berlangsung di empat gedung perkantoran canggih di Vicente Lopez (Provinsi Buenos Aires), yang dilakukan oleh Kepolisian Investigasi Provinsi Buenos Aires (DDI San Isidro).
Di antara layanan ilegal yang dibongkar adalah platform seperti My Family Cinema, TV Express, Eppi Cinema, Weiv TV, Red Play, Duna TV, Boto TV, dan beberapa platform lainnya.
Layanan-layanan ini memasok sebagian besar TV Box di pasaran, termasuk merek-merek seperti Duosat dan BTV, dengan jangkauan global di negara-negara seperti Argentina, Brasil, Meksiko, dan Afrika Selatan.
Investigasi juga mengungkapkan bahwa jaringan tersebut beroperasi melalui perusahaan-perusahaan yang didirikan secara legal di beberapa negara—termasuk Argentina, Brasil, Singapura, Cina, Kolombia, Amerika Serikat, dan Kanada—dengan pusat kendali di Argentina.
Artikel Terkait
Sepak Bola China Berbenah, Gandeng LaLiga untuk Program Pelatihan Intensif Manajer Sepak Bola Muda
Platform Video dan Data Pertandingan LaLiga Terus Berevolusi Demi Sajikan Informasi Akurat
50 Klub Sepak Bola Bergabung dengan LaLiga Genuine Moeve Garap Proyek Istimewa
Kolaborasi Apik Legends dan Panini Hadirkan Perjalanan Bersejarah Sepak Bola LaLiga