SportlinkNews - Legenda hidup Barcelona, Xavi Hernandez, secara tegas menyatakan tidak akan pernah kembali ke klub Catalan tersebut di masa depan. Pernyataan ini muncul dua tahun setelah pemberhentiannya yang kontroversial dari kursi kepelatihan pada musim panas 2024 silam.
Xavi, yang memiliki rekam jejak panjang sebagai pemain selama 17 tahun dengan koleksi 25 trofi, sempat membawa harapan baru saat menjabat sebagai pelatih. Ia berhasil mempersembahkan gelar juara LaLiga musim 2022/23, yang merupakan trofi liga pertama bagi klub dalam kurun waktu empat tahun.
Namun, masa jabatannya berakhir dramatis. Setelah sempat membatalkan niat untuk mundur, manajemen klub justru mengambil keputusan sepihak untuk memecatnya. Hal ini menjadi luka mendalam bagi sosok yang telah mencatatkan lebih dari 500 penampilan bagi Blaugrana.
Baca Juga: Hiroshi Fujiwara Goda Proyek Baru Fragment Design x V.A. Tokyo x Converse
Dalam wawancara terbaru, Xavi menegaskan bahwa pengabdiannya untuk Barcelona telah mencapai titik akhir. Ia merasa siklusnya di klub, baik sebagai pemain lapangan maupun juru taktik di pinggir lapangan, sudah sepenuhnya tertutup.
"Sekarang saya berpikir bahwa saya enggak akan pernah kembali ke Barca. Saya sudah menyelesaikan waktu saya sebagai seorang pemain dan pelatih," kata Xavi kepada La Vanguardia.
Ketegangan antara Xavi dan manajemen klub tampaknya berakar pada ketidakjujuran dalam proses pemecatannya. Ia secara terbuka menuding Presiden Barcelona, Joan Laporta, telah mengecewakannya secara personal terkait keputusan tersebut.
Baca Juga: Kesulitan dalam Derby Milan, Dimarco Sulit Jelaskan Reaksi Inter
"Ya, sangat bagus [hubungan saya dengan Laporta], yang sebenarnya adalah saya bergabung Barcelona karena dia, tapi akhirnya dia justru mengecewakan saya," ucapnya.
Lebih jauh lagi, Xavi mengungkap adanya pengaruh besar dari pihak luar di lingkaran terdalam klub. Ia menengarai bahwa keputusan strategis di Barcelona, termasuk pemecatan dirinya, dipengaruhi kuat oleh penasihat presiden, Alejandro Echevarria.
Xavi mengklaim Echevarria memiliki otoritas yang melampaui posisi presiden klub dalam pengambilan keputusan krusial. Hal inilah yang menurutnya menjadi alasan di balik ketidakterbukaan saat mendepaknya dari posisi pelatih.
Baca Juga: Ngeri! Ditebas Lawan, Pesepakbola Ini Patah Tulang Kaki Ganda, 3 Pemain Dikeluarkan dari Lapangan
"Dia memecat saya sebagai pelatih tanpa mengatakan kepada saya yang sebenarnya, dipengaruhi oleh seseorang yang saya percaya punya kuasa di atas presiden, Alejandro Echevarria. Dengan kata lain, Alejandro-lah yang memecat saya," ungkapnya.
Pernyataan ini seolah mengakhiri spekulasi mengenai potensi kembalinya sang maestro ke Camp Nou dalam waktu dekat. Fokus Xavi kini tampaknya telah beralih sepenuhnya dari klub yang membesarkan namanya tersebut.
Artikel Terkait
Ronald Araujo Catat Rekor 200 Pertandingan Bersama Barcelona
Barcelona Berpeluang Menerima Dana Transfer €10 Juta dari Chelsea
LaLiga Gelar Pekan Jersei Retro, Barcelona dan Real Madrid Pilih Absen
Barcelona Menang Tipis atas Athletic, Gol Yamal Jaga Jarak di Puncak La Liga
Calon Presiden Barcelona Mengerucut 2 Nama, Marc Ciria Ajukan Banding