Laporta Dalang Utama Kegagalan Messi Kembali Berseragam Barcelona

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 9 Maret 2026 | 18:07 WIB
Lionel Messi saat masih berseragam Barcelona di musim 2021/2022.
Lionel Messi saat masih berseragam Barcelona di musim 2021/2022.

SportlinkNews - Eks pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, melemparkan tudingan serius kepada mantan presiden klub, Joan Laporta, terkait kegagalan kembalinya Lionel Messi ke Camp Nou. Ia menyebut kesepakatan untuk memulangkan bintang Argentina tersebut sebenarnya sudah hampir tuntas, namun sengaja digagalkan oleh pihak manajemen.

Xavi mengungkapkan bahwa kontak intensif dengan Messi telah terjalin selepas Piala Dunia 2022. Menurutnya, pemenang Ballon d'Or terbanyak tersebut memiliki keinginan kuat untuk kembali berseragam Blaugrana setelah masa kontraknya di Paris Saint-Germain (PSG) mendekati akhir.

Pelatih yang menahkodai Barcelona periode 2021-2024 itu menegaskan dari sisi teknis sepak bola, kembalinya Messi adalah prioritas utamanya saat itu. Ia mengaku terus menjalin komunikasi hingga Maret 2023 sebelum akhirnya menyerahkan proses tersebut kepada pihak klub.

Baca Juga: Hiroshi Fujiwara Goda Proyek Baru Fragment Design x V.A. Tokyo x Converse

"Presiden (Laporta) tak mengatakan yang sebenarnya. Leo sudah digaet. Pada Januari 2023, usai juara Piala Dunia (2022), kami saling berkontak dan dia (Messi) bilang ke saya bahwa dia sangat antusias untuk kembali, dan saya melihatnya," kata Xavi, kepada La Vanguardia.

"Kami berbicara sampai Maret dan saya beri tahu dia, 'Baiklah, saat kamu memberi tanda setuju ke saya, saya akan bilang ke presiden karena saya melihatnya sebagai pilihan yang tepat untuknya dari perspektif sepak bola,'" Xavi melanjutkan.

Selama ini, narasi yang berkembang menyebutkan aturan pembatasan gaji dari LaLiga menjadi penghalang utama kepulangan Messi. Namun, Xavi membantah klaim tersebut dan menyebut masalah sebenarnya ada pada keputusan personal Joan Laporta yang khawatir akan pengaruh besar sang pemain di dalam klub.

Baca Juga: Kesulitan dalam Derby Milan, Dimarco Sulit Jelaskan Reaksi Inter

"Presiden mulai menegosiasikan kontrak dengan ayah Leo dan kami mendapat lampu hijau dari LaLiga, tetapi presidenlah yang menggagalkan semuanya," ungkap sosok yang kini terang-terangan mendukung rival Laporta, dalam pemilihan presiden Barcelona, Victor Font.

Menutup pernyataannya Xavi, dengan menegaskan alasan finansial maupun permintaan gaji tinggi dari pihak Messi adalah sebuah kebohongan. Hal tersebut yang sengaja diciptakan oleh lingkaran internal Laporta.

"Kepentingan saya adalah mengatakan yang sebenarnya dan Leo batal pulang ke Barca karena presiden tidak menginginkannya, bukan karena LaLiga atau karena Jorge Messi meminta lebih banyak uang, itu bohong," ujarnya.

Baca Juga: Ngeri! Ditebas Lawan, Pesepakbola Ini Patah Tulang Kaki Ganda, 3 Pemain Dikeluarkan dari Lapangan

"Presiden dan kroninya yang bilang tidak kepadanya, bahwa dia tidak punya dana, bahwa dia memiliki semua kuasa dan bahwa Messi akan menyalahgunakan kekuasaan itu," ia melanjutkan.

Momentum serangan terbuka Xavi ini disinyalir berkaitan erat dengan tensi politik klub menjelang pemilihan presiden Barcelona yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Maret mendatang.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: La Vanguardia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Barcelona Ikat Hansi Flick hingga 2028

Selasa, 19 Mei 2026 | 19:38 WIB
X