SportlinkNews - Legenda Barcelona, mantan gelandang dan pelatih Xavi Hernandez, baru-baru ini memberikan wawancara panjang.
Ia membuat pernyataan mengejutkan yang menargetkan mantan Presiden Joan Laporta menjelang pemilihan presiden mendatang.
Xavi Hernandez mengungkapkan bahwa kesepakatan telah tercapai untuk kembalinya Lionel Messi, sampai Laporta meyakinkannya bahwa itu tidak akan terjadi.
Baca Juga: Tanpa Hilgers dan Struick, Pengamat Nilai Daftar Pemain Timnas Indonesia Tetap Objektif
“Presiden tidak mengatakan yang sebenarnya di sana,” kata Xavi kepada La Vanguardia.
“Leo telah setuju untuk menandatangani kontrak. Pada Januari 2023, setelah memenangkan Piala Dunia, kami berhubungan, dan dia mengatakan kepada saya bahwa dia senang untuk kembali, dan saya melihatnya," lanjutnya.
Xabi kemudian mengaku berbicara dengan Messi. Ia mengatakan kepada Leo: Oke, ketika Anda setuju, saya akan memberi tahu presiden karena saya melihatnya sebagai langkah yang baik dari perspektif sepak bola.”
“Lalu apa yang terjadi? Presiden mulai menegosiasikan kontrak dengan ayah Leo, dan kami mendapat persetujuan La Liga, tetapi presiden menolak semuanya,” jelas mantan gelandang berusia 46 tahun itu.
Baca Juga: Laporta Dalang Utama Kegagalan Messi Kembali Berseragam Barcelona
“Laporta memberi tahu saya, dan saya kutip, bahwa jika Leo kembali, dia akan berperang melawannya dan dia tidak bisa membiarkan itu terjadi."
"Dan kemudian tiba-tiba Leo berhenti menjawab panggilan saya karena dia diberitahu bahwa itu tidak bisa dilakukan. Dan ketika saya menelepon ayah Leo, saya berkata: Ini tidak bisa terjadi, Jorge. Dan dia berkata: Bicaralah dengan presiden.”
“Saya dapat memastikan bahwa kami telah berbicara dengan Leo selama lima bulan, semuanya telah diputuskan, tidak ada keraguan tentang kemampuan sepak bolanya, dan secara finansial, kami akan pergi ke Montjuïc dan kami akan melakukannya… Tarian terakhir seperti Jordan, semuanya sudah siap.”
Baca Juga: Tanpa Hilgers dan Struick, Pengamat Nilai Daftar Pemain Timnas Indonesia Tetap Objektif
Xavi, yang telah menyatakan dukungannya untuk kandidat presiden Victor Font, telah berbicara untuk pertama kalinya tentang kepergiannya dari klub.
Legenda itu dipecat sebagai pelatih tepat sebelum pertandingan terakhir musim 2023-2024 karena secara terbuka mengkritik situasi keuangan klub.
Artikel Terkait
Main Lebih Awal di Swiss Open 2026, Sektor Ganda Indonesia Fokus Maintain Power
Drama Adu Penalti! West Ham Singkirkan Brentford, Melaju ke Perempat Final FA Cup
Grosso Sebut Jay Idzes dan Kawan-kawan Melakukan Kesalahan yang Naif Usai Kekalahan Menyesakan Sassuolo
Getafe Vs Real Betis Memanas, Penggemar Berkelahi di Tribun
Jake Paul Kagetkan Tunangannya dengan Bentley G Wagon