Terpilih Kembali Jadi Presiden Barcelona, Laporta: Kemenangan Fantastis

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 16 Maret 2026 | 20:33 WIB
Presiden Barcelona Joan laporta kecam keputusan wasit.
Presiden Barcelona Joan laporta kecam keputusan wasit.

SportlinkNews - Joan Laporta secara resmi terpilih kembali sebagai Presiden Barcelona untuk masa jabatan 2026-2031. Kepastian tersebut didapatkan setelah ia memenangi proses pemungutan suara yang digelar pada Minggu (15/3).

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh The Athletic, Laportta berhasil mengamankan kemenangan telak dengan perolehan 68 persen suara. Rival utamanya, Victor Font, harus puas berada di posisi kedua setelah hanya mampu mengantongi dukungan sebesar 30 persen, Sementara itu, sisa persentase suara lainnya dinyatakan batal atau tidak sah oleh panitia penyelenggara.

Hasil ini memastikan Laporta akan memasuki periode keempatnya dalam memimpin raksasa Catalan tersebut sepanjang sejarah klub. Sebelumnya, ia pernah menjabat pada era emas 2003-2010 dan kembali memegang tongkat komando pada pemilihan tahun 2021 silam.

Baca Juga: Barcelona Merayakan Hari Pemilihan dengan Penampilan Lima Bintang dalam Kemenangan atas Sevilla

Data menunjukkan bahwa dari total 114.504 anggota Barcelona yang memiliki hak pilih, tercatat hanya 48.480 anggota yang berpartisipasi memberikan suaranya di bilik suara. Di antara para pemilih tersebut, hadir pula sosok pelatih Barcelona Hansi Flick serta pemain kunci seperti Dani Olmo dan Pau Cubarsi.

Dominasi Laporta dalam pemilihan ini sebenarnya sudah diprediksi banyak pihak karena posisinya yang sangat diunggulkan sejak awal kampanye. Faktor kesuksesan tim di lapangan hijau, terutama di bawah arahan teknis Hansi Flick, menjadi mesin pendorong utama yang mendongkrak popularitas sang petahana.

Selain faktor prestasi, Laporta juga diketahui mendapat dukungan penuh dari mayoritas penghuni ruang ganti pemain yang merasa nyaman dengan kepemimpinannya. Kondisi internal yang solid ini membuat posisi tawar Laporta semakin sulit digoyahkan oleh kandidat penantang mana pun.

Baca Juga: Como 2-1 Roma: Fabregas Kecam Gasperini atas Ketidakhormatan

Di sisi lain, Victor Font yang menawarkan visi penyegaran bagi organisasi klub kembali gagal meyakinkan para anggota untuk beralih dukungan. Kekalahan ini menjadi yang kedua kalinya bagi Font dalam kontestasi melawan Laporta setelah kegagalan serupa pada edisi 2021.

"Ini kemenangan yang fantastis. Ini memberi kami banyak kekuatan, dan membuat kami tak terhentikan. Tahun-tahun mendatang akan sangat menarik, saya yakin itu akan menjadi beberapa tahun terbaik dalam hidup kami," kata Laporta.

Laporta juga menekankan betapa pentingnya nilai-nilai demokrasi yang masih dijunjung tinggi oleh Barcelona sebagai sebuah institusi olahraga yang dimiliki oleh anggotanya sendiri. Menurutnya, sistem pemilihan langsung seperti ini merupakan kebanggaan tersendiri yang membedakan Barca dengan klub-klub besar lainnya di dunia.

Baca Juga: Soal Regulasi Balap F1 2026, Max Verstappen: Itu Bukan yang Disukai Penggemar F1 Sejati

"Saya hanya bisa berterima kasih kepada Barca, sebagai sebuah klub. Sebuah institusi yang semua anggotanya dapat memilih siapa pun yang mewakili mereka. Ini luar biasa dan unik di dunia," ucapnya.

Selain itu, Laporta juga sempat menyinggung strategi kampanye pihak lawan yang menurutnya justru berupaya menciptakan polarisasi di tengah basis penggemar. Ia menilai para anggota jauh lebih cerdas dalam melihat situasi dan memilih untuk tetap bersatu di bawah kepemimpinannya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: The Athletic

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Barcelona Ikat Hansi Flick hingga 2028

Selasa, 19 Mei 2026 | 19:38 WIB
X