SportlinkNews - Real Madrid terpaksa harus puas berbagi angka saat bertandang ke markas Real Betis dalam lanjutan kompetisi LaLiga yang berlangsung Sabtu (25/4) dini hari WIB. Pelatih, Alvaro Arbeloa memberikan kritik pedas terhadap performa wasit yang dianggap telah merugikan timnya dalam dua insiden krusial.
Pertandingan tersebut awalnya berjalan cukup baik melalui aksi klinis Vinicius Junior yang membawa Real Madrid unggul di menit ke-17. Penyerang asal Brasil itu sukses memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Alvaro Valles setelah menghalau tendangan keras Federico Valverde.
Keunggulan tipis tersebut buyar secara dramatis ketika Hector Bellerin berhasil mencetak gol penyama kedudukan tepat pada menit ke-94. Hasil imbang 1-1 ini memberikan dampak yang sangat signifikan bagi posisi Real Madrid dalam perburuan gelar juara musim ini.
Baca Juga: Madura United Bertekad Lolos dari Zona Merah, Jan Olde Riekerink Waspada
Kini Real Madrid tertahan di peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 74 poin dari total 33 pertandingan yang telah dijalani. Jarak poin dengan Barcelona terancam makin melebar hingga 11 angka jika sang rival abadi mampu menundukkan Getafe dalam laga nanti malam.
Usai laga berakhir, Arbeloa langsung meluapkan kekecewaannya terkait insiden tendangan Brahim Diaz yang mengenai lengan bek Ricardo Rodriguez di area terlarang. Wasit Cesar Soto yang memimpin jalannya pertandingan tidak melihat aksi tersebut sebagai sebuah pelanggaran yang patut diganjar hukuman penalti.
Kekecewaan Arbeloa sangat beralasan mengingat posisi tangan pemain lawan yang dianggap tidak berada dalam posisi wajar saat menghalau bola. Pelatih berusia 43 tahun itu menilai bahwa perangkat pertandingan seharusnya bisa membuat keputusan yang lebih adil bagi timnya.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan ke-34 Liga Primer, Peluang Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen
"Bagi saya, itu jelas penalti, dengan tangannya (Rodriguez) terentang dan tidak dekat dengan tubuhnya saat Brahim menendang. Tak banyak lagi yang bisa dilihat dalam permainan yang begitu jelas, seperti yang terakhir," ujar Arbeloa, dikutip Marca.
Arbeloa juga menyoroti proses terjadinya gol penyeimbang oleh Bellerin yang dianggap berawal dari sebuah pelanggaran terhadap pemain bertahannya. Ia menilai Antony telah melakukan gangguan ilegal kepada Ferland Mendy sebelum akhirnya Real Betis berhasil mengambil alih penguasaan bola secara penuh.
Menurut Arbeloa, sentuhan minimal pada bagian lengan saat pemain sedang dalam posisi memenangkan bola merupakan sebuah pelanggaran mendasar. Kegagalan wasit dalam meniup peluit pada momen krusial tersebut dianggap sebagai pemicu runtuhnya pertahanan Madrid di menit-menit akhir.
Baca Juga: Jelang Grand Prix Spanyol Alex Rins Benarkan Dirinya akan Dilepas Yamaha Akhir Musim 2026
"Ketika Ferland Mendy telah merebut posisi, jika mereka sedikit saja menarik atau menyentuh lengan Anda, itu pelanggaran. Itu hal yang sangat mendasar dalam dunia sepak bola, tetapi ini bukan pertama kalinya hal seperti ini terjadi pada kami. Saya pikir ini adalah dua keputusan yang benar-benar memengaruhi jalannya pertandingan," ucapnya.
Laga ini memang dipenuhi atmosfer ketegangan setelah Antony juga sempat terjatuh di kotak penalti Madrid usai terlibat kontak fisik dengan Ferland Mendy. Namun wasit tetap bergeming dan tidak memberikan hukuman apa pun kepada kedua belah pihak meski sempat diprotes oleh para pemain tuan rumah.
Artikel Terkait
Reaksi Alvaro Arbeloa Usai Vinicius Dicemooh Penggemar Real Madrid Meski Cetak Gol
Real Madrid Menerima Tawaran Jose Mourinho Gantikan Arbeloa
Bintang Real Madrid Termasuk di Antara Pemain yang Disebutkan dalam Dugaan Skandal Jaringan Prostitusi di Italia
Nasib Apes Real Madrid, Ditahan Real Betis dan Kylian Mbappe Malah Cedera
Menanti Jawaban Real Madrid, Jose Mourinho Segera Tentukan Nasib