SportlinkNews - Kegagalan total menyelimuti kampanye Real Madrid pada musim ini setelah dipastikan nihil gelar juara. Hasil minor tersebut menjadi titik terendah Los Blancos dalam beberapa tahun terakhir di kancah domestik maupun internasional.
Kekalahan menyakitkan dengan skor 0-2 dari Barcelona di Stadion Camp Nou pada Senin (11/5) dini hari WIB, menjadi pukulan telak terakhir. Hasil dalam laga El Clasico tersebut secara otomatis memutus harapan matematis Real Madrid untuk mengejar ketertinggalan poin di klasemen Liga Spanyol.
Sebelum hampa gelar di LaLiga, Real Madrid lebih dulu tersingkir dan gagal mengamankan trofi di ajang Piala Super Spanyol serta Copa del Rey. Perjalanan mereka di kompetisi paling bergengsi, Liga Champions, juga harus terhenti.
Baca Juga: West Ham 0 Arsenal 1: VAR Batalkan Gol Callum Wilson di Menit Akhir, Kontroversi Menuju Gelar Juara
Situasi ini menandai kali pertama dalam lima tahun terakhir Real Madrid menyelesaikan satu musim penuh tanpa raihan satu pun piala. Gelombang kritik tajam dari para pendukung setia kini mulai membanjiri berbagai kanal media sosial dan media massa.
Menanggapi kegagalan ini, isu perombakan besar-besaran skuad mulai berembus kencang di internal manajemen klub. Sejumlah nama pemain bintang dikabarkan masuk daftar jual demi memberikan ruang bagi regenerasi dan perubahan strategi musim depan.
Masa depan Alvaro Arbeloa di kursi kepelatihan pun berada di ujung tanduk menyusul banyaknya nama pelatih kelas dunia yang mulai dikaitkan dengan Real Madrid. Kendati demikian, pria berusia 43 tahun itu tetap tegar menghadapi situasi sulit dan berusaha menenangkan para suporter setianya.
Baca Juga: Milan 2-3 Atalanta: Krisis Rossoneri Kini dalam Keadaan Siaga Merah
"Kami tidak bisa banyak bicara karena kami memahami rasa frustrasi, kekecewaan, dan ketidakpuasan yang pasti kalian rasakan dengan musim ini," kata Arbeloa usai laga, dikutip situs resmi klub.
Arbeloa menegaskan evaluasi mendalam akan segera dilakukan untuk membedah titik lemah tim sepanjang musim yang mengecewakan ini. Ia percaya setiap kegagalan merupakan pelajaran berharga untuk membangun kembali kejayaan yang sempat hilang.
Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut sangat yakin bahwa DNA pemenang yang dimiliki Real Madrid akan membantu tim melewati masa kelam ini. Keyakinan tersebut ia sampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas hasil buruk yang diraih tim di bawah komandonya.
Baca Juga: Hansi Flick Emosional Bereaksi atas Keberhasilan Barcelona Meraih Gelar La Liga
"Satu-satunya yang bisa kami lakukan adalah bekerja, menatap masa depan, dan belajar dari semua kesalahan yang telah kami lakukan tahun ini. Kami tahu bahwa Real Madrid selalu bangkit kembali," ucapnya.
Arbeloa juga mengakui amarah yang dirasakan oleh para Madridista adalah hal yang sangat wajar dan dapat dipahami sepenuhnya. Ia merasa memiliki kewajiban untuk segera membalikkan keadaan dan mengembalikan martabat klub ke tempat yang seharusnya.
Artikel Terkait
Akui Kesalahan, Tchouameni Minta Maaf dan Terima Sanksi dari Real Madrid
Barcelona Vs Real Madrid: Pemain Andalan Ini Tidak Jadi Starter, Hansi Flick Punya Keputusan Penting
Prediksi Barcelona vs Real Madrid: Penentuan Gelar La Liga di El Clasico
El Clasico Jadi Ajang Pelampiasan Amarah Skuad Real Madrid
Hansi Flick Emoh Ambil Pusing Krisis Real Madrid