Data yang dihasilkan sensor ditangkap melalui jaringan yang terdiri dari sekitar dua belas antena yang dipasang di setiap stadion, lalu diintegrasikan ke dalam ekosistem teknologi luas yang digunakan LaLiga untuk kompetisi ini.
Sensor tersebut tidak mengubah perilaku, performa, atau karakteristik permainan bola pertandingan Puma.
Puma telah bekerja sama secara erat dengan Kinexon untuk memastikan bahwa integrasi teknologi ini memenuhi standar performa tertinggi dalam sepak bola elite, sekaligus menjaga integritas permainan.
Baca Juga: Skuat Persebaya Kembali Berlatih untuk Hadapi Laga Pramusim Melawan Penang FC
Serangkaian uji validasi dan uji coba buta yang melibatkan para pemain. Hasilnya, tidak ada perbedaan yang dapat dirasakan antara bola pertandingan standar dan bola yang dilengkapi sensor, baik dari segi sensasi, lintasan, berat, keseimbangan, maupun pengalaman bermain secara keseluruhan.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Bursa Transfer LALIGA Memanas, Real Madrid dan Barcelona Paling Agresif
Bos LaLiga Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA
LALIGA Buka Musim 2026/27, Bintang Piala Dunia Kembali Ramaikan Kompetisi
LALIGA 2026/27 Punya Bola Baru, PUMA STELLAR NITRO Siap Temani Persaingan