SportlinkNews - Presiden Barcelona Joan Laporta tampil gagah menjelang gala Ballon d’Or. Banyak kandidat yang dinominasikan untuk penghargaan tersebut, baik dari kategori pria maupun wanita dari klub Catalan tersebut.
Kontingen tersebut tentu saja dipimpin oleh Lamine Yamal dan Aitana Bonmati.
Ballon d’Or wanita jatuh ke tangan Bonmati, menjadikannya tiga tahun berturut-turut.
Baca Juga: Marcus Rashford Dicadangkan Barcelona gara-gara Telat Latihan 2 Menit
Sementara itu, Lamine Yamal berhasil membawa pulang Trofi Kopa untuk pemain muda terbaik untuk tahun kedua berturut-turut, tetapi kalah dari Ousmane Dembele dalam perebutan penghargaan utama.
Lamine Yamal saat ini masih belum beraksi, karena ia sedang memulihkan diri dari masalah punggung yang membuatnya absen dalam tiga pertandingan terakhir dan belum diberi tanggal kembali.
Namun, Laporta membocorkan kepada Marca kapan ia bisa kembali.
“Saya melihat Lamine dengan antusiasme yang terkendali, dikelilingi oleh teman-teman dan rekan satu timnya yang juga merupakan pesaing gelar seperti Raphinha," kata Laporta.
Baca Juga: Menang Tipis 3-2 atas Pisa, Conte: Napoli Tidak Terbiasa dengan Tekanan
"Saya suka cara dia menghadapi ajang-ajang ini. Dia saat ini sedang cedera dengan sakit punggung yang parah. Dia bilang dia mungkin akan baik-baik saja untuk Real Sociedad. Dia terlihat sangat bersemangat. Akan menjadi bersejarah [baginya untuk menang].”
Setelah penghargaan diberikan, Laporta mengatakan bahwa ini akan memotivasi Lamine Yamal untuk lebih memenangkan Ballon d’Or tahun depan.
‘Kami senang dengan Hansi Flick’ – Laporta
Sosok lain yang hadir adalah Hansi Flick, yang dinominasikan untuk Trofi Johan Cruyff, penghargaan untuk manajer terbaik tahun ini.
Mantan pemain Barcelona, Luis Enrique, yang memilihnya, tetapi Laporta justru memuji Flick.
Baca Juga: FIFA Beri Kepastian, Erick Thohir Tetap Nahkoda PSSI
"Kami sangat senang dengannya. Dia memberikan pelajaran tentang cara mengelola tim sepak bola dengan kualitas dan level seperti ini. Saya melihatnya sangat termotivasi, senang dengan tim, semua orang meresponsnya. Saya pikir dia melakukannya dengan sangat baik," pungkasnya.
Laporta masih ragu soal kembali ke Camp Nou
Namun, ia kurang yakin soal masalah punggung Barcelona sendiri, yaitu pembangunan Camp Nou.