SEA Games 2025: Indonesia Terancam Kehilangan 41 Nomor Emas

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 22 September 2025 | 21:43 WIB
Menpora, Erick Thohir bersama Ketua Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari melakukan Rapat Pembahasan Persiapan SEA Games 2025 Thailand, di Kantor KOI, Senayan, Jakarta, 22 September. (NOC Indonesia)
Menpora, Erick Thohir bersama Ketua Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari melakukan Rapat Pembahasan Persiapan SEA Games 2025 Thailand, di Kantor KOI, Senayan, Jakarta, 22 September. (NOC Indonesia)

SportlinkNews - Terhimpit masalah keterbatasan anggaran untuk SEA Games 2025 Thailand, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan, kondisi ini bisa berakibat serius terhadap target prestasi.

Termasuk hilangnya peluang emas dari sejumlah cabang olahraga andalan.

"Tantangan besarnya adalah kehilangan 41 nomor pertandingan yang sebelumnya menjadi lumbung medali, seperti wushu (empat emas), balap sepeda (lima emas), e-sport (dua emas), gulat (dua emas), hingga senam artistik (dua emas)," jelas Erick.

Baca Juga: Hasil Super League: Borneo FC Tundukkan Persis Solo, Gol Peralta Perpanjang Tren Kemenangan

Situasi tersebut membuat proyeksi raihan medali Indonesia berpotensi menurun drastis. Jika pada SEA Games edisi sebelumnya Indonesia mampu membawa pulang 87 emas dan finis di peringkat tiga, kali ini Merah Putih realistisnya hanya bisa bersaing di posisi lima atau enam.

"Anggaran kita masih terkunci di Rp10 miliar, sementara kebutuhan sebenarnya jauh di atas itu untuk bisa menyamai prestasi SEA Games sebelumnya. Sedangkan SEA Games tinggal dua bulan lagi, jangan sampai prestasi Indonesia jatuh hanya karena faktor anggaran," tegasnya.

Ketua Umum Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari, juga menyuarakan kekhawatiran serupa. Menurutnya, kepastian anggaran adalah kunci utama sebelum berbicara soal target medali. 

Baca Juga: Persib Kalahkan Arema, Beckham Putra Bicara Soal Ban Kapten

"Biasanya anggaran SEA Games bisa lima hingga enam kali lipat dari Rp10 miliar. Dengan kondisi sekarang, jumlah atlet hanya bisa 120 orang, padahal idealnya sekitar 900," ungkap Okto.

Meski demikian, NOC tetap berusaha mencari alternatif untuk menutup peluang emas yang hilang.

Beberapa cabang olahraga lain diproyeksikan bisa menutup pundi medali yang hilang, antara lain rowing (4 emas), kano (5 emas), panahan (3 emas), menembak (7 emas), woodball (3 emas), dan panjat tebing (4 emas).

Baca Juga: Pakar Serie A Mengidentifikasi Dua Kekurangan Juventus

"Kami sudah berkomunikasi dengan sejumlah cabang olahraga. Memang ada peluang tambahan sekitar 32 medali emas, tapi tetap saja kekuatan kontingen harus besar agar target bisa tercapai. Masyarakat Indonesia tentu berharap prestasi kita tidak menurun," kata Okto.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X