SportlinkNews - Real Madrid menyatakan konfrontasi terbuka terhadap Barcelona setelah rival abadi mereka tersebut memastikan diri sebagai kampiun LaLiga 2025/26. Kegagalan meraih trofi dalam dua musim berturut-turut memicu ledakan rasa frustrasi manajemen Los Blancos yang kini berada di bawah bayang-bayang dominasi tim Catalan.
Kekalahan menyakitkan 0-2 dalam laga El Clasico menjadi titik nadir yang mendorong Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menggelar konferensi pers darurat. Dalam pertemuan dengan media tersebut, ia melontarkan pernyataan keras yang menandai berakhirnya hubungan formal antarkedua raksasa Spanyol.
"Sudah selesai. Saya tidak ingin berhubungan lagi dengan klub yang telah menyuap wasit selama dua dekade. Saya ingin sistem peradilan mengambil tindakan," cetus Perez dikutip dari Managing Madrid.
Baca Juga: Paris Saint-Germain Amankan Gelar Liga dengan Kemenangan 2-0 Atas Lens
Perez menegaskan sama sekali tidak gentar apabila pihak Barcelona memutuskan untuk mengambil langkah hukum terkait tuduhan serius yang disampaikan. Keyakinan tersebut didasarkan pada dugaan manipulasi kepemimpinan wasit yang sistematis, termasuk keterkaitan dengan skandal Jose Maria Enrique Negreira.
Skandal tersebut merujuk pada dugaan korupsi tingkat tinggi di mana Barcelona dituding melakukan pembayaran gelap kepada eks Wakil Presiden Komite Wasit Spanyol tersebut. Aliran dana mencurigakan itu disinyalir terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama, yakni antara medio 2001 hingga 2018.
"Akan bijak bagi mereka (Barcelona) melakukannya (menuntut Madrid). Jika mereka pikir mereka harus menuntut kami, saya tak mendengar soal kasus Negreira sampai tiga tahun yang lalu," ucapnya.
Baca Juga: Liverpool Merilis Gambar Monumen untuk Mengenang Diogo Jota dan Andre Silva
Pemimpin tertinggi Real Madrid ini memosisikan klubnya sebagai pihak yang paling dirugikan secara kompetitif akibat adanya praktik yang merusak integritas liga tersebut. Investigasi internal dan bukti-bukti yang muncul belakangan ini memperkuat keputusannya untuk memutus segala bentuk kerja sama dengan Blaugrana.
"Real Madrid muncul pertama sebagai korban. Di saat itulah ketika saya sadar bahwa Barcelona telah membayar (wasit) selama dua dekade," ungkapnya.
Senada dengan Perez, Alvaro Arbeloa yang kini menjabat sebagai pelatih Real Madrid turut memberikan dukungan moril secara penuh. Ia memvalidasi kemarahan para pendukung yang merasa timnya telah kehilangan kesempatan meraih tujuh gelar LaLiga akibat ketidakadilan di lapangan.
Baca Juga: Ducati Umumkan Tidak Ada Pembalap Pengganti Marc Marquez di GP Catalunya
"Ya, tentu saja. Kita semua tahu apa yang telah terjadi lebih dari 20 tahun, bahwa kami sadar, karena sudah pasti ada hal-hal yang kami tidak ketahui dengan baik," ujar Arbeloa.
Arbeloa mengharapkan adanya tindakan tegas dari otoritas hukum untuk menuntaskan kasus pembayaran kepada pengurus wasit yang dianggap sangat mencederai akal sehat. Baginya, keterlibatan petinggi wasit dalam aliran dana klub sepak bola adalah skandal yang tidak bisa ditoleransi dalam dunia olahraga profesional.