Ombak Terlalu Besar, PB PODSI Tinjau Ulang Pulau Kapuk, Bisa Pindah ke Waduk Keuililing

Suryansyah, Sportlink News
- Selasa, 3 September 2024 | 19:50 WIB
Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI)  langsung melakukan peninjauan ulang Pulau Kapuk, Selasa (3/9).  (sportlinknews)
Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) langsung melakukan peninjauan ulang Pulau Kapuk, Selasa (3/9). (sportlinknews)

SportlinkNews - Pertandingan cabang olahraga dayung Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 rencananya digelar di dua tempat: Waduk Keuliling dan Pulau Kapuk.

Cabor dayung dipertandingkan pada 3-17 September 2024. Cabor ini diikuti 560 atlet dari 28 provinsi. Belum termasuk tuan rumah Aceh dan Sumatera Utara serta Daerah Otonomo Baru (DOB) Papua yang mendapatkan wild card.

Para atlet akan memperebutkan 45 medali emas dari nomor canoeing, rowing dan traditional boat race (TBR).

Baca Juga: Pertandingan Dayung Sempat Dihentikan karena Angin, TD Canoeing: Keselamatan Nomor Satu

Namun, pada hari pertama lomba, Selasa (3/9), ada gangguan angin dan ombak di arena lomba.

Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) pun langsung melakukan peninjauan ulang, Selasa (3/9).

Bahkan ada beberapa nomor lomba yang akan dipindahkan dari Pulau Kapuk ke Waduk Keuililing untuk keselamatan atlet, yakni lomba disiplim Kano- Slalom dan Kayak- Slalom.

PODSI mengatakan kondisi ombak di Pulau Kapuk hingga saat ini terlalu besar sehingga berisiko bagi keselamatan para atlet dan induk organisasi olahraga tersebut sudah berdiskusi dengan setiap perwakilan kontingen terkait wacana tersebut.

Baca Juga: Hockey Indoor Putra Jawa Barat Bantai Tim Jateng dengan Skor Telak Tanpa Balas

"Kalau menurut kita ombaknya sangat kencang, lomba akan distop. Kemudian Technical Delegate (TD) akan memutuskan pertandingan dipindahkan atau tidak," kata Budiman Setiawan, wakil ketua II PB PODSI.

Sementara itu Ketua TD Canoeing Hari Sidharta mengatakan Pulau Kapuk ombaknya awalnya sangat bagus dan menantang. Tapi, dengan kondisi dua minggu lalu suasananya berubah.

"Saat kami tinjau pertama kali memang bagus tapi kemudian dua pekan yang lalu ombaknya berubah besar sekali. Kami mengupayakan untuk memindahkan ke tempat lain yang agak flat dan tidak terlalu berbahaya," ujar Sidharta.

Baca Juga: Tim Futsal Banten Lolos Babak Penyisihan Usai Kalahkan Tuan Rumah Aceh

"Tapi karena waktu untuk pembangunan jalan masuk dan sebagainya membuat PB PON keberatan karena dananya sudah tersalurkan di Pulau Kapuk," kata Sidharta yang juga Wakil Ketua Umum 2 PB PODSI kepada wartawan termasuk sportlinknews, Selasa (3/9).

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Menyentuh Persahabatan Winoto

Minggu, 22 September 2024 | 06:10 WIB
X