SportlinkNews - Kontingen Sumatera Utara gagal mendulang emas pada pertandingan cabang olahraga Kriket PON XXI Aceh-Sumut, kategori Twenty 10 (T10), di Lapangan Cerdas Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut, Minggu (8/9).
Dalam pertandingan semifinal melawan Banten, tim putra Sumut kalah 86-64 dari Banten. Sedangkan tim putri kalah dari Sulawesi Selatan 52-33.
Dede Dharmawan S.Pd, asisten pelatih Kriket Sumut, menyebutkan salah satu penyebab kekalahan yang dialami tim putra putri Sumut adalah faktor non teknis.
Baca Juga: Kirab Api PON XXI Singgahi 18 Daerah di Sumatera Utara
Tim Sumut mengalami masalah sebelum bertanding yaitu tidak adanya penjemputan bus untuk mengantar ke venue. Akibatnya tim mengalami keterlambatan tiba di lapangan untuk melakukan persiapan dan pemanasan.
"Seperti diinfokan pihak panitia, kami sudah standby di hotel Thong Inn jam 6 kurang, tetapi hingga setengah jam kami menunggu pihak bus tidak datang menjemput," ungkap Dede.
Pihak bus mengatakan bahwa mereka hari ini tidak ada jadwal dan koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan Sumatera Utara, untuk melakukan penjemputan tim putra putri Sumut ke venue kriket di Lapangan Cerdas Lubuk Pakam.
Baca Juga: Perjuangan Della dan Raja Hasilkan Emas Senam Aerobik di PON 2024
Agar tidak terlambat dan tetap bertanding di babak semifinal, tim putra putri Sumut terpaksa menggunakan 5 mobil pribadi milik official tim, walau pun kapasitas mobil tidak memadai untuk mengangkut 28 pemain dan official.
"Pertandingannya jam 7.30 Wib, kami harus tiba di lapangan jam 7.00 Wib untuk tos menentukan siapa duluan yang main. Sampai di lapangan kami hampir jam 7," terang Dede.
Akibat keterlambatan ini, tim putra putri Sumut kurang waktu dalam melakukan persiapan dan pemanasan, ditambah kondisi mental pemain yang sudah drop.
Baca Juga: Kabupaten Bekasi Sumbang Empat Emas, Bawa Jawa Barat ke Puncak Klasemen PON XXI Aceh-Sumut 2024
"Kami sangat menyayangkan sekali kejadian ini, padahal kita sebagai tuan rumah. Dalam hal ini kami merasa dirugikan oleh pihak terkait," ujar Dede.
Artikel Terkait
Arda Guler Berpotensi Hengkang ke Borussia Dortmund, Kesulitan di Real Madrid Membuka Peluang Peminjaman
Kylian Mbappe Kembali Picu Kontroversi dengan Pernyataannya yang Bikin Jurnalis Prancis Marah
MotoGP San Marino: Jorge Martin Kuasai Sprint Race, Dua Pembalap VR46 Pensiun Dini
Ketum PWI Pusat Zulmansyah Sambut Pelari SIWO PWI Malang Raya Night Run