SportlinkNews - Panitia Besar PON XXI/2024 Aceh-Sumut di Wilayah Sumatera Utara menegaskan partisipasi 32 kontingen provinsi dalam kompetisi pencak silat menunjukkan seni bela diri ini adalah warisan kebanggaan bangsa Indonesia.
“Kehadiran peserta dari 32 provinsi yang berkompetisi dalam cabang pencak silat membuktikan bahwa pencak silat merupakan warisan seni bela diri tradisional asli Indonesia,” ucap Baharudin Siagian, Ketua Harian PB PON XXI Aceh-Sumut Wilayah Sumatera Utara di lokasi, Senin (9/9).
Baharudin menambahkan, semangat para peserta dalam mengikuti cabang olahraga pencak silat di ajang nasional empat tahunan ini adalah kebanggaan tersendiri bagi penyelenggara serta olahraga pencak silat di Indonesia.
Baca Juga: Gairah Masyarakat Aceh Saksikan Pembukaan PON XXI 2024, Rela Menunggu 4-5 Jam
Ia juga menekankan seni bela diri tradisional ini harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai simbol kebanggaan Indonesia di kancah internasional.
"Antusiasme para atlet hari ini menunjukkan bahwa pencak silat tetap diminati dan dihargai sebagai bagian dari PON 2024," katanya.
Namun, Baharudin mengakui bahwa karena pencak silat melibatkan kontak fisik langsung, potensi perselisihan dalam pertandingan cukup tinggi.
Baca Juga: Jawa Timur dan DKI Jakarta Kembali Dominasi Emas Loncat Indah di PON 2024
Oleh sebab itu, sportivitas harus dijaga baik oleh atlet, ofisial, juri, maupun penonton agar kompetisi berjalan secara profesional dan bermartabat.
"Kami berharap para wasit bisa menjalankan tugas dengan baik sehingga pencak silat dapat melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di panggung internasional," tambahnya.
Cabang olahraga pencak silat di PON Aceh-Sumut 2024 dimulai pada Senin (9/9) dengan total 154 atlet putra, 110 atlet putri, dan 108 ofisial yang ikut serta.
Baca Juga: Tiga Atlet Legendaris Bawa Obor PON Aceh-Sumut, Nurul Akmal Penyulut Kaldron
Para atlet tersebut berhasil lolos kualifikasi di Solo, Jawa Tengah, pada Desember 2023.
Peserta berasal dari berbagai provinsi seperti Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, serta provinsi dari wilayah Indonesia lainnya, termasuk Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.
Artikel Terkait
Rekor Pertemuan Shin Tae-yong vs Graham Arnold: dari Liga Champions Asia Hingga Kualifikasi Piala Dunia
Jatim Borong Emas Balap Sepeda MTB DHI Putra Putri
Timnas Indonesia Masuk 10 Besar Skuad Termahal di Asia, Nilai Pasar Capai Rp290,71 Miliar
Rekor Pertemuan Indonesia vs Australia: Satu Kemenangan Bersejarah di SUGBK
Pelatih Australia Tak Gentar Hadapi Teror Suporter Timnas Indonesia di Gelora Bung Karno