TD Arung Jeram Luruskan Tidak Ada Larangan Media Meliput

Suryansyah, Sportlink News
- Selasa, 17 September 2024 | 11:20 WIB
Pertemuan untuk menyelesaikan persoalan ini akhirnya Senin (16/9/2024) malam terjadi di Hotel SMKN 2, Kutacane. (faji)
Pertemuan untuk menyelesaikan persoalan ini akhirnya Senin (16/9/2024) malam terjadi di Hotel SMKN 2, Kutacane. (faji)

Sportlinknews - Kesalahpahaman antara media dan panpel Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) lokal cabang olahraga arung jeram akhirnya terselesaikan.

Kedua pihak sepakat untuk saling memaafkan terkait kejadian dalam Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) pada Minggu (15/9/2024) di Sungai Alas Ketambe, Kawasan Taman Nasional Gn Leuser.

Seperti yang diberitakan oleh media sebelumnya, bahwa ada salah satu awak media yang mendapatkan perlakuan tidak enak saat akan meliput penyerahan medali.

Baca Juga: 24 Tahun Bertahan, Rekor Tolak Peluru Sukraj Sings Dipecahkan Anak Didiknya Sendiri

Ada kata-kata dari pembaca acara yang dinilai melarang media untuk meliput upacara pengambilan medali dari jarak dekat. Hanya dari dinas setempat dan panitia lokal (yang beratribut PON) yang boleh naik ke podium mengambil gambar/video.

Sementara di sisi lain, dari pandangan mereka, ada fotografer/videografer dari dinas setempat yang bisa naik mengambil gambar/video tanpa menggunakan atribut PON apapun. Hal itu membuat awak media merasa tersakiti, karena menurut mereka kebutuhan media berbeda-beda.

Kemudian, media juga merasa kebutuhan media center di venue arung jeram Sungai Alas tidak terpenuhi. Kedepannya mereka meminta pengaturan yang lebih baik untuk pengambilan gambar/video, sehingga mereka tidak terusir oleh pengamanan dan bisa mengambil gambar/video selama perlombaan arung jeram berlangsung serta saat UPP di venue selanjutnya, yakni Sungai Mamas, Jambe Mamang.

Baca Juga: Ribuan Penonton Padati GOR Sport Centre, Tantri Rela Berdesakan

Pertemuan untuk menyelesaikan persoalan ini akhirnya Senin (16/9/2024) malam terjadi di Hotel SMKN 2, Kutacane. Media diwakili oleh beberapa perwakilan, antara lain dari TVOne, INews, Metrotv, dan Ketua PWI Aceh Tenggara.

Dalam pertemuan tersebut, Technical Delegate cabang olahraga arung jeram, Amalia Yunita mengatakan permohonan maafnya atas kesalahpahaman itu.

Pihaknya mengatakan tidak ada niatan melarang media untuk melakukan peliputan, karena niat awalnya adalah mengatur ketertiban saat pengalungan medali pemenang di podium.

Baca Juga: Update Klasemen Medali PON XXI: Jakarta dan Jabar Tak Terkejar

"Tidak ada niat untuk melarang media untuk meliput, tapi mungkin kata-kata yang keluar dari MC ada yang salah hingga menyakiti rekan-rekan media, saya mewakili panitia pelaksana PB PON lokal meminta maaf sebesar-besarnya. Kami tidak ingin ada yang tersakiti, apalagi ada perjuangan panjang arung jeram untuk bisa dipertandingkan di PON, sehingga kami tentu tidak ingin hal yang bisa menodai agar cabor ini bisa berumur panjang," ungkapnya.

Selanjutnya, pihak panpel berjanji akan mengakomodir kebutuhan media untuk melakukan peliputan. Termasuk dengan menyamaratakan hak untuk media maupun dari dinas untuk melakukan pengambilan gambar dalam UPP.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Menyentuh Persahabatan Winoto

Minggu, 22 September 2024 | 06:10 WIB
X