Berdasarkan informasi yang diperoleh, atlet tersebut kini telah dievakuasi oleh tim panitia. Menurut Ketua Paramotor Indonesia, Cahyo Alkantana, akibat pemaksaan mesin.
“Iya, emergency landing. Menurut saya, ini lebih karena pemaksaan engine di ambang batas, terutama mengingat kompetisi sekelas PON,” kata Cahyo.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Pertandingan Sepak Bola Putra dan Pembagian 4 Grup
"Engine fail, ini bisa terjadi di Paramotor," tandasnya.
Dikatakan mesin paramotor yang digunakan atlet saat lomba rata-rata milik pribadi pilot masing-masing, sebagian juga dari provinsi daerah.
"Rata-rata milik pribadi pilot bahkan ada juga pembelian dari Provinsi masing-masing," ujarnya.
Untuk diketahui Paramotor dipertandingkan di Bandara Udara Malikussaleh, Aceh Utara sejak 29 Agustus hingga 9 September 2024.
Sehari sebelumnya, atlet wanita asal DKI Jakarta, Serda (Wara) Lif Iftarotin Bifi mendarat di rumah warga di Desa Cot Trung, Kabupaten Aceh Utara, diduga jilbabnya terlilit mesin saat latihan di udaram Rabu (28/8).