SportlinkNews - Arlen Verta Ramadhan dari Jawa Barat meraih medali emas cabang olahraga paramotor Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.
Dia menjadi yang terbaik di nomor FL Solo Putra Pure Navigasi dengan nilai 1000, turn point 15, distance (km) 39,11, pada lomba di venue Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh Utara, Kamis (29/8/2024).
Medali perak diambil atlet tuan rumah Aceh, Ken Kiham dan perunggu direbut atlet asal Banten Joko Sutanto.
Baca Juga: Catat, Ini Kontak Penting yang Perlu Anda Tahu Selama PON XXI di Sumut
Pencapaian Arlen ini menjadi atlet pertama Jawa Barat yang persembahkan medali emas. Diharap dapat menularkan kepada atlet Jabar lainnya dalam mencapai target juara umum ketiga kalinya.
“Alhamdulillah, navigasi putra Arlen sudah sah medapatkan medali emas pertama Jabar dan ini menjadi awal pembuka Jabar terus mendapatkan emas,” ungkap Wakil Ketua II Bidang Prestasi KONI Jabar Yunyun Yudiana saat ditemui di Posko Jabar, di Hotel Diana Banda Aceh, Jumat (30/8/2024).
Yuyun berharap dari paramotor ini bisa kembali mendapatkan medali emas dan berpeluang besar dari nomor ekonomis, dimana Arlen kembali berada diperingkat pertama pada klasemen.
Baca Juga: Angin Kencang di Pantai Pelangi Jadi Tantangan Atlet Sepatu Roda
“Kami juga menunggu pengumuman dari nomor ekonomis paramotor, dimana Arlen kembali berada di peringkat atas dan kita menunggu pengumuman resminya,” tegasnya.
Mengenai potensi emas di paramotor yang memperebutkan 12 medali emas dan Jabar diprediksi bisa meraih 50 persennya, termasuk dari Arlen yang berpotensi meraih 5 medali emas.
“Di paramotor ini kita memprediksi bisa merebut 6 medali emas, kalau peraturan pertandingan menggunakan aturan internasional target Jabar bisa terlaksana, tetapi kalau menggunakan aturan di kita, Jabar akan berjuang untuk mendapatkan target kita,” paparnya.
Baca Juga: Venue Layar di Kampung Jawa Terganggu Kapal, Pejabat Gubernur Safrizal Langsung Perintahkan Ini
Cabor paramotor ini systemnya merupakan penilaian, sehingga pihaknya terus mengawal setiap pertandingan hingga beres.
“Berbeda dengan cabor terukur tentunya akan bisa lebih jelas, tetapi kalau paramotor ini penilaian sehingga kita terus mengawal hingga selesai,” pungkasnya.