Menghadapi setiap pertandingan Jabar akan lebih mengutamakan speed dan power untuk terus menekan pertahanan lawan.
Untuk itu, Jabar kerap melakukan pergantian pemain setiap dua menit, agar stamina pemain tetap terjaga.
Sementara itu kapten tim putra Jabar, Revo Priliandro mengaku, hasil pertandingan ini sudah sesuai dengan ekspektasi. Artinya, memang sudah mereka perkirakan menang minimal sepuluh gol.
Baca Juga: PON XXI Wilayah Sumatera Utara Libatkan 70 Ribu Volunteer, Pecahkan Rekor MURI
Revo mengaku puas, karena seluruh pemain sudah bermain maksimal, baik strategi, teknik maupun komunikasi di lapangan.
Namun menurut Revo, Jateng menyembunyikan performa terbaik mereka. Menurutnya, ada beberapa teknik yang tidak mereka lakukan saat melakukan serangan di depan gawang lawan.
Hal itu mereka lakukan, agar strategi ini tidak terbaca oleh lawan-lawan berat seperti Banten dan Jatim pada pertandingan selanjutnya.
Baca Juga: Tangis Pecah di Lapangan Bulutangkis, Hikmat Ramdani-Leani Ratri Oktila Raih Emas Pertama Indonesia
Dari kubu Jateng, Asisten pelatih, Pamuji mengakui kemampuan para pemain Jabar di semua lini. Hal itu bisa dimakluminya, karena Jateng baru latihan empat bulan sebelum pelaksanaan PON XXI.
Sementara Jabar sudah melakukan latihan sejak lama. Selain itu, para pemain Jabar memiliki kemampuan yang baik dan rata-rata merupakan pemain tim nasional.
Faktor terbesar kekalahan Jateng menurutnya, adalah di sektor pertahanan yang sering terpancing dengan pergerakan para pemain Jabar.
Sehingga sektor pertahanan lebih sering bolong dan gampang ditembus para pemain Jabar.