SportlinkNews - Tim polo air putra DKI Jakarta sukses merebut medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara, setelah mengalahkan Jawa Barat dalam pertandingan dramatis yang berakhir dengan adu penalti.
Laga pamungkas yang digelar di Kolam Renang Selayang, Medan, pada Minggu (8/9) itu berakhir dengan skor 20-19 untuk kemenangan DKI Jakarta.
Pertandingan ini menggunakan format round robin, di mana kedua tim sama-sama mencatat kemenangan dalam tiga pertandingan sebelumnya, menjadikan laga tersebut sebagai penentu gelar juara.
Baca Juga: Latihan di Prancis, Si Kembar Ramadhan Sabet Emas dan Perunggu untuk Papua
Kedua tim bertanding sengit sepanjang empat kuarter, dengan DKI Jakarta yang sempat tertinggal di dua kuarter awal.
Namun, upaya tanpa kenal lelah dari para pemain DKI, termasuk kapten Brandley Ignatius Legawa, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 15-15 pada akhir kuarter keempat.
Adu penalti terpaksa digelar setelah waktu normal berakhir dengan skor imbang. Keberuntungan berpihak pada DKI Jakarta ketika penembak pertama Jawa Barat, Revanza Rizky, gagal mengeksekusi penalti.
Baca Juga: Sepak Takraw Aceh Kawinkan Medali Emas Double Event
Lima penembak DKI kemudian berhasil mencetak gol, mengunci kemenangan dan medali emas bagi tim asuhan Nikola Milosacljevic tersebut.
Brandley Ignatius tampil sebagai bintang dengan mencetak lima gol, sementara Muhammad Rizki menyumbang empat gol dan Hizkia Bimantoro menambah tiga gol.
Kemenangan ini juga menjadi ajang balas dendam DKI Jakarta setelah di PON Papua 2021 mereka hanya meraih posisi kedua di bawah Jawa Barat.
Baca Juga: Tim Kesehatan PON XXI Aceh-Sumut 2024 Siaga Sepanjang Laga Demi Keselamatan Atlet
Dengan kemenangan ini, DKI Jakarta menutup PON 2024 dengan perolehan 12 poin dari empat kemenangan, sementara Jawa Barat harus puas di posisi kedua dengan 9 poin. Medali perunggu diraih oleh Jambi yang mengumpulkan 6 poin.
Brandley, yang menyebut PON 2024 sebagai ajang terakhir dalam kariernya, menyampaikan bahwa kemenangan ini sangat berarti bagi tim, terutama karena mayoritas pemain DKI Jakarta merupakan pemain muda.