Sementara DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan empat emas, tiga perak, dan dua perunggu.
Penyumbang medali terakhir adalah Andriyan yang mencatatkan nilai tertinggi 338,60 di nomor menara putra.
Baca Juga: Pecahkan Rekor PON, Rajiah Sallsabillah: Berani Bermimpi Besar
Medali perak pada nomor ini diraih oleh M. Ridho Akbar dari Sumatera Selatan dengan skor 322,80, sementara perunggu menjadi milik Adil Ahmad Ibra, juga dari DKI Jakarta, dengan 219,60 poin.
"Sangat menegangkan, tetapi saya berhasil tampil baik, terutama pada dua loncatan terakhir yang menjadi kunci kemenangan," ungkap Andriyan usai perlombaan.
Kemenangan ini merupakan medali emas kedua bagi Andriyan di PON 2024. Sebelumnya, ia juga meraih emas bersama Adityo Restu Putra di nomor sinkronisasi menara putra dengan total nilai 338,07 dari enam loncatan.
Baca Juga: Taklukkan Babel, Sepak Bola Putri DKI Tunggu Lawan di Final
Menurut Andriyan, kesuksesan ini tak lepas dari persiapan intensif yang dilakukan, termasuk latihan di China sebelum PON 2024 dimulai.
"Persiapan yang matang menjadi kunci. Kami berlatih keras, termasuk di China,” tambahnya.