Sayangnya, dominasi Jawa Barat belum terpatahkan, mereka unggul dengan selisih waktu cukup jauh. Jawa Barat menyentuh finis terdepan dalam 1 menit 46,52 detik, sedangkan Aceh finis dalam 1 menit 57,33 detik.
"Untuk mengalahkan Jawa Barat, kita harus lebih banyak latihan dan tetap optimis. Kesulitannya karena kita kalah di kecepatan dan kami belum menguasai medan dengan sempurna. Target kami sebenarnya emas, tapi karena lawan kami Jawa Barat yang lebih unggul dari pengalaman, ya akhirnya pencapaian terbaik perak. Ini merupakan tim muda, tim baru yang dibentuk untuk PON," ucap pedayung Aceh, Marwan.
Baca Juga: Menpora Apresiasi Kerja PB PON XXI Wilayah Sumut, Yang Ada Kekurangan Harus Dituntaskan
Perunggu di nomor ini diraih oleh Banten yang memenangi final B (perebutan peringkat tiga). Banten mengungguli Sulawesi Utara dengan waktu tercepat 1 menit 49,45 detik, lebih cepat 10,34 detik dari lawan.
Di sektor putri, DKI Jakarta tak tertandingi sejak babak pertama. Khaisya Aulia Agisti, Lisda Rizki Saputri, Nadia Dwi Anindia, dan Yustriana Aprilianti sukses melibas Jambi untuk menembus semifinal. Mereka menang waktu 11,02 detik lebih cepat dari catatan Jambi yang menghasilkan 2 menit 16,44 detik.
Dominasi Jakarta belum tertandingi juga di semifinal. Mereka mengatasi Kalimantan Selatan dengan mudah, dan finis tercepat dengan rentang waktu yang cukup lama yakni 16,69 detik lebih cepat. Kalimantan Selatan sendiri masuk ke finis dengan waktu 2 menit 18,83 detik di babak ini.
Baca Juga: Atlet Lempar Lembing Jawa Tengah Atina Nur Kamila Pecahkan Rekor PON
Pada final, DKI Jakarta bertemu dengan Sumatera Utara yang di babak awal mendapatkan bye dan langsung berlaga di semifinal versus DI Yogyakarta. Meski Sumatera Utara diuntungkan, tapi DKI masih digdaya.
"Alhamdulillah kita bisa emas. Bermain di Sungai Alas itu kita harus push kuat, lalu kuncian jangan sampai lepas yakni start yang bagus dan putaran di Boyan harus cepat. Strateginya tadi kita ambil boyan 3 dan 4 karena jaraknya dekat, itu untuk ngedorongnya pun kita tidak terlalu capek," ucap sang Kapten Tim, Khaisya.
Menurutnya, ini sudah sesuai dengan target. Tinggal satu lagi nomor yang ingin timnya bidik, yakni di slalom. Untuk putri, DKI memang hanya mentargetkan satu emas, tapi bila ada penambahan emas di putri, dinilai bisa membantu target besar. Ini mengingat di putra, DKI diminta untuk bisa membawa pulang tiga medali emas.
Baca Juga: Hajar TKO Praticia, Petinju DKI Nurul Izzah Pastikan Tiket Semifinal
Sayangnya, hasil dramatis terjadi di perebutan perunggu. DIY yang finis lebih dahulu, ternyata gagal mendapatkan medali setelah juri menjatuhi pinalti.
"DIY dikenakan pinalti 50 detik karena intensional contact dengan pedayung lawan pada saat menuju boyan 1. Hal itu membuat medali perunggu jatuh kepada Kalimantan Selatan," ucap Koordinator Juri, Faiqi usai perlombaan.
DIY setelah mendapatkan pinalti, waktunya menjadi 3 menit 02,37 detik. Sementara Kalimantan Selatan menghasilkan waktu 2 menit 17,86 detik.
Dengan hasil ini, Sumatera Utara masih memimpin perolehan medali sementara dengan raihan 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Dibelakangnya membuntuti Jawa Barat dengan 2 emas. Lalu di tempat ketiga, Aceh dengan 1 emas, 2 perak. Disusul DKI Jakarta dengan capaian 1 emas dan Jawa Timur dengan 2 perak.