“Terpenting anak-anak itu disiplin, rajin berlatih dan kompak. Itu kuncinya sehingga mereka bisa mempertahankan prestasi juara umum," kata Ical.
Bahkan lanjutnya sudah bisa memastikan juara umum sejak hari keempat.
Baca Juga: 5 Keputusan Kontroversial Wasit Eko Agus Sugiharto di Laga Aceh vs Sulteng
"Kita memang lebih kuat di putri. Target awal sih bisa dapat 14 medali emas dan juara umum. Masih ada sisa dua hari ke depan, terpenting kita tetap juara umum, jadi masih penuhi target,” tutur Ical yang akrab disapa ‘Kakek’ oleh para atletnya.
Sementara pelatih Faisal Norman pun tampak bangga dan haru melihat sukses para atlet meraih kembali gelar juara umum.
“Anak-anak kompak dan melakukan semua dengan baik sesuai yang kami arahkan. Selamat buat kita semua,” ujar Norman yang juga ada di balik sukses para atlet sepatu roda di PON Papua 2021.
Baca Juga: Ketua PSSI Sulteng Kecam Wasit Bobrok, Merusak Sepak Bola Indonesia
Kekompakan para atlet di cabor sepatu rod aini memang sangat terbukti nyata. Itu bisa dilihat dengan rata-rata orang tua dari para atlet pun ikut mensupport langsung sampai ke lokasi lomba.
Mereka datang dengan biaya sendiri dan mencari hotel sendiri agar bisa mendukung putra-putri mereka.
“Dukungan orang tua pastinya sangat berharga karena kami pun ingin membuat mereka bangga,” tutur Namasta, peraih dua medali emas dan dua perak, mahasiswa kedokteran gizi Universitas Diponegoro yang selalu didampingi ayah dan ibunya setiap bertanding.
Baca Juga: Putri Jateng, Allif Nafiiah Persembahkan Emas buat Almarhumah Mama
Cabang olahraga sepatu roda pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini, melibatkan sebanyak 149 atlet. Bertanding untuk delapan kelas yaitu 200 m ITT sprint 500 m+D UPP, 200 m DTT 10 km point race UPP.
Kemudian, 100 m ITT sprint 1.000 m UPP, team sprint relay UPP, 10 km TTT UPP, nomor freestyle, speed slalom battle slide UPP, dan classic slalom UPP.