Sportlinknews - Tim DKI Jakarta menjadi juara umum di cabang olahraga kurash Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
Para atlet DKI Jakarta tampil gemilang dengan meraih 4 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu dari 12 nomor yang dipertandingkan.
“Kami bersyukur bisa mencapai target, yaitu menjadi juara umum. Persiapan kami lakukan selama sekitar 1,5 tahun. Banyak atlet yang berasal dari atlet judo, karena kurash punya kesamaan dengan judo. Poin tertinggi dari bantingan,” kata Harmando, pelatih tim kurash DKI.
Baca Juga: Kontingen Sumut Dominasi Cabang Olahraga Arung Jeram PON XXI 2024
Empat emas diraih oleh Akmal Fuad di katergori fighter -66 kg putra, Syahrul Ramadni di nomor -60 kg, Ananda Rizhanta di nomor -73 kg, dan Nindy Natalia di nomor -63 putri.
Dua perak dari Rezky Rahmadani di -55 kg dan Mohammad Ridho +81 kg. Reynaldi Syahputra meraih perunggu di nomor seni uzul.
“Saya merasa gembira bisa meraih medali perunggu, tapi tentu belum puas karena pasti berharap bisa meraih hasil yang lebih bagus. Saya akan terus berlatih dan semoga di PON berikutnya bisa meraih emas. Mau nya sih bisa main di nomor fighter, karena basic saya memang di fighter,” kata Reynaldi.
Baca Juga: DKI Jakarta Tambah Koleksi Medali Emas dari Drumband LKKB 4000 Meter Putri
Pemuda berusia 21 tahun ini awalnya adalah seorang pejudo yang bergabung di klub Tiang Bendera. Lalu, dia mendapat kesempatan untuk ikut seleksi kurash, olahraga beladiri asal Uzbekistan.
“Untuk penyesuaian dari judo tidak susah. Sama-sama tidak boleh main bawah. Perbedaannya hanya aturan main,” jelas Reynaldi yang ingin melanjutkan pendidikan kuliahnya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Pada tahun 2018, dia pernah menjadi juara 2 kejuaraan nasional judo Kartika Cup.
Baca Juga: Raih 10 Emas 5 Perak 4 Perunggu Hari Kelima, DKI Jakarta Juara Umum Sepatu Roda
Walaupun sudah berhasil memenangkan medali di kurash, Reynaldi tidak ingin meninggalkan judo. Dia akan tetap mengasah kemampuannya di cabor ini. Olahraga judo sudah ditekuninya sejak masih duduk di bangku kelas 3 SD.
Meski terbilang cabor baru namun cabor kurash diikuti sebanyak 197 atlet yang berasal dari 23 provinsi, yaitu DKI, Jawa Barat, Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Bali, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.