Sportlinknews - Rasa sakit yang menyerang tubuhnya tak digubris. Alvino Choirul Azhar tetap berusaha fokus di lapangan saat lomba.
"Sejak kemarin badan saya meriang, panas, batuk dan filek. Sampai sekarang," kata Alvino Choirul Azhar kepada sportlinknews di lapangan panahan komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Senin (16/9).
Kecemasan pasti membungkus perasaan dan pikiran. Alvino Choirul Azhar tak berani minum obat karena takut meresap zat-zat yang mengandung doping, mengingat esoknya (baca: Senin 16 September) dia harus lomba di nomor Compound Beregu Putra.
Baca Juga: 7 Rekor PON Pecah di Kolam Renang, Izzy Menyita Perhatian
Atlet panahan DI Yogyakarta ini mengaku hanya minum vitaman untuk menjaga kebugaran dan tidur cukup di malam hari.
"Kalau minum obat takutnya berpengaruh saat tes doping. Saya milih minum vitamin dan tidur cukup. Tidak berobat ke dokter," ungkapnya yang saat berlomba masih diserang sakit.
Alvino yang tampil bersama seniornya, Dhany Diva Pradana dan Prima Wisnu Wardhana, Senin (16/9) mencoba melupakan rasa sakit.
Baca Juga: Update Klasemen Medali PON XXI: DKI Masih Berkuasa, Tuan Rumah Bersaing
"Saya coba fokus ke pertandingan. Lupakan tubuh yang sakit ini," aku atlet berusia 18 tahun ini.
Perjuangan dan tekad yang kuat itu akhirnya mengantarkan dirinya ke puncak. Dia bersama Dhany dan Prima meraih medali emas.
Trio pemanah DI Yogyakarta ini berhasil meraih nilai 224, mengalahkan Jawa Tengah yang harus puas mendapat medali perak dengan 215 poin.
Baca Juga: PON XXI Aceh-Sumut: Ajang Prestasi, Kebanggaan dan Peluang
"Saya yakin dengan kemampuan tim, meski angin di sini cukup kencang. Kuncinya: fokus dan yakin dengan bidikan kita," ungkap Alvino soal kunci kesuksesannya.
Medali emas beregu Compound Putra ini sangat berarti baginya. Karena ini debutnya tampil di PON. Dia menggantikan kakaknya Riko Choirul Azhar yang beralih menjadi pelatih Para Panahan disabilitas.