SportlinkNews - Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menjelaskan bahwa PON XXI Aceh-Sumut merupakan upaya mempersiapkan atlet-atlet lapis kedua dan ketiga yang dipersiapkan untuk event internasional.
"Sehingga ke depan pada keikutsertaan Indonesia di multievent internasional mulai Sea Games, Asean Games dan juga Olimpiade kita mempunyai banyak atlet,” ujarnya.
Marciano menjelaskan, pada Olimpiade Tokyo, Indonesia berada di peringkat 55. Pada Olimpiade Paris Indonesia peringkatnya naik ke posisi 39.
Baca Juga: Ranking FIFA Indonesia Naik Empat Tingkat Hasil Imbang Lawan Arab Saudi dan Australia
"Pada Olimpiade Amerika yang akan datang jika kita bisa meraih 3 atau 4 medali emas maka kita akan masuk peringkat 20 besar," jelas Marciano, di Medan (19/9).
"Dengan kemajuan ini bukan mustahil apa yang diharapkan dalam desain besar olahraga nasional bahwa di tahun 2032 Indonesia akan masuk peringkat 10 Olimpiade, itu bisa tercapai,” katanya.
Dan pada tahun 2044, atau setahun sebelum 100 tahun kemerdekaan Indonesia, bisa berada di peringkat ke 5 dunia jika memang bekerja keras dan konsisten dalam melakukan pembinaan mulai dari kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.
Baca Juga: Perolehan Medali PON XXI: Akhirnya, Hattrick Jawa Barat Terwujud
“Dengan kompetisi-kompetisi yang baik, Insya Allah itu juga akan menjadi hal yang membanggakan kita semua,” ujar Marciano.
Marciano menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat Aceh dan Sumatera Utara atas dukungannya sehingga PON XXI Aceh-Sumut bisa terlaksana dengan baik.
PON XXI 2024 merupakan PON pertama yang digelar di dua provinsi dan PON pertama yang diikuti 38 provinsi ditambah satu peserta peninjau yakni dari Ibukota Nusantara (IKN).
Baca Juga: MotoGP Emilia Romagna Bakal Jadi Pesta Kemenangan ke-100 Bagi Ducati
PON XXI dibuka pada 9 September di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh dan akan ditutup pada 20 September 2024 di Sport Center Sumatera Utara.