Rp283 Miliar untuk Asian Games 2026, Erick Thohir: Jangan Cuma Anggaran, Harus Ada Prestasi

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:40 WIB
Menpora Erick Thohir didampingi Sesmenpora menjelaskan perihal menambahan anggaran Asian Games 2026 yang disetujui Kemenkeu, di Kemenpora, Jakarta, Kamis, 12 Agustus 2026.
Menpora Erick Thohir didampingi Sesmenpora menjelaskan perihal menambahan anggaran Asian Games 2026 yang disetujui Kemenkeu, di Kemenpora, Jakarta, Kamis, 12 Agustus 2026.

Pemerintah sebelumnya telah menyetujui tambahan Rp95 miliar untuk pelatihan nasional Asian Games 2026. Dengan tambahan tersebut, anggaran pelatnas mencapai Rp222 miliar, ditambah Rp61 miliar untuk kebutuhan pengiriman kontingen.

Bagi Erick, besarnya dukungan finansial harus berbanding lurus dengan tanggung jawab yang dipikul cabang olahraga. Setiap dana yang digelontorkan tidak boleh berhenti pada program persiapan, tetapi harus diarahkan untuk menghasilkan prestasi di arena pertandingan.

Bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing menjadi beberapa cabang yang diharapkan kembali menjadi sumber medali Indonesia. Namun, Erick tidak ingin target hanya dibebankan kepada cabang-cabang yang selama ini menjadi langganan podium.

Baca Juga: Gercep, Bhayangkara FC Langsung Tunjuk Pelatih Baru, Oscar Bruzon Barreras Gantikan Paul Munster

Peluang dari cabang lain juga harus dibuka selebar mungkin. Bahkan, peningkatan target menjadi salah satu dorongan yang diberikan pemerintah. Cabang yang sebelumnya diproyeksikan meraih medali perak, misalnya, diharapkan mampu mengubahnya menjadi emas.

"Jadi kalau targetnya perak, kenapa tidak kita coba emas. Ini yang kita dorong," ungkap Erick.

Untuk memastikan dukungan anggaran tidak berjalan tanpa arah, Kemenpora menerapkan sistem Key Performance Indicator (KPI).

Baca Juga: Gantikan Marc Cucurella, Chelsea Resmi Rekrut Pep Chavarria

Pendanaan pelatnas akan dikaitkan dengan target yang terukur, mulai dari cabang olahraga, nomor pertandingan, hingga atlet yang diproyeksikan meraih medali.

Skema tersebut juga dirancang agar pembinaan atlet tidak bersifat jangka pendek.

Atlet yang dipersiapkan menuju Olimpiade tetap dapat memperoleh dukungan melalui program pelatnas Olimpiade, meski dalam perjalanannya mereka juga akan memperkuat Indonesia di Asian Games maupun SEA Games.

Baca Juga: AS Roma Boyong Bek Timnas Argentina Nahuel Molina

"Kita tidak lagi main-main dengan pola-pola masa lalu. Semua pendanaan kini harus memiliki KPI yang jelas. Karena itu, sekarang kita dipercaya mendapatkan anggaran multi-years," ujar Erick.

Menurut dia, kepercayaan pemerintah terhadap pengelolaan anggaran olahraga harus dibarengi dengan transparansi. Setiap rupiah yang diberikan harus sampai kepada program dan atlet yang memang menjadi sasaran.

Pengawasan pun akan diperketat untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dana. Erick bahkan membuka ruang bagi atlet untuk melaporkan apabila menemukan adanya pemotongan anggaran oleh pihak yang tidak semestinya.

Baca Juga: Terkendala Anggaran, Corinthians Tidak Perpanjang Kontrak Memphis Depay

"Kalau nanti para atlet ada yang disunat-sunat sama cabor, lapor kita. Kita periksa nanti pakai BPKP," tegasnya.

Erick menilai atlet merupakan pihak yang paling depan dalam perjuangan membawa nama Indonesia di pentas internasional. Karena itu, perlindungan terhadap atlet menjadi bagian penting dalam penggunaan anggaran.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gagal Nikah, Georgina Pamer Body di Depan Jet Pribadi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:27 WIB

Asmara Kim Kardashian dan Hamilton Makin Meleleh

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:37 WIB

Raja Meme Haaland Cemburu Pada Pacarnya

Senin, 10 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Mbappe Tak Berkutik di Hadapan Ester Exposito

Senin, 10 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Rashford Berpesta dengan Wanita Berbikini

Minggu, 9 Agustus 2026 | 09:40 WIB
X