SportlinkNews - Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) 2024 sudah di depan mata.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy maraton menggelar rapat jelang 117 hari pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut.
Rencana PON bersejarah itu akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo membuka resmi di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Aceh.
Baca Juga: Kominfo Pastikan Media Center PON di Aceh dan Sumut Satu Arahan
Rapat tersebut dihadiri Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman yang didampingi oleh Waketum I KONI Pusat Suwarno, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah dan Pj Gubernur Sumut Hassanudin.
“Pada sisa waktu yang ada, kita harus semakin intens berkoordinasi dan saling dukung untuk sukseskan PON XXI Aceh-Sumut 2024. Dukungan berbagai pihak sangat diperlukan, karena untuk membangun olahraga yang berprestasi, adalah tanggung jawab seluruh Bangsa Indonesia,” kata Marciano, Rabu (16/5).
Secara khusus, PON XXI harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh tuan rumah Aceh dan Sumut. Selain PON pertama di dua provinsi dan diikuti 38 provinsi.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Proliga, Tim Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Bakal Siapkan Kejutan
Rapat membahas Infrastruktur, anggaran, potensi dan ciri khas budaya masing-masing Provinsi. Terkait infrastruktur, Menko PMK tegaskan pembangunan berjalan sesuai rencana.
“Pembangunan infrastruktur di kedua provinsi dipastikan berjalan dengan lancar, dan sesuai dengan target yang diharapkan, saat ini Stadion Utama Sumut sudah mencapai 41,27 persen dan Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya di Banda Aceh sudah mencapai 31,35 persen,” jelas Menko PMK Muhadjir.
Menko PMK Muhadjir juga menyinggung perlunya penambahan anggaran PON XXI untuk opening dan closing ceremony melalui anggaran belanja tambahan.
Baca Juga: Mosi Tak Percaya Kepada KONI Jateng, Pelatda PON 2024 Cabor Taekwondo Akan Bubar
“Menpora sudah mengusulkan dan akan diproses Kementerian keuangan, dan anggaran tambahan untuk sarana prasarana pendukung PON XXI akan ditanggung oleh Pemprov Aceh dan Pemprov Sumut selaku tuan rumah,” terang Muhadjir.
Dijelaskan juga terkait anggaran akan ada sharing cost antara pemerintah daerah tuan rumah PON XXI dan pemerintah daerah yang mengirimkan kontingen ke Aceh atau Sumut. Biaya yang bebannya 50-50 itu digunakan untuk keperluan kontingen.
Artikel Terkait
Pemain Liga Inggris Ini Ingin Perkuat Timnas Indonesia, Jairo Riedewald Akan Tinggalkan Crystal Palace
Presnel Kimpembe 400 Hari Absen Bersama PSG, Ternyata Ini Penyebabnya
Shin Tae-yong Dapat Kado Spesial Sedan Mewah Genesis Electrified G80 dari Hyundai, Apa Keistimewaannya?
Obrolan Pep Guardiola dengan Pemain Tottenham Bikin Suporter Manchester City Spekulasi
Serunya MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans Ukir Sejarah Baru Motorsport Dunia